Jakarta – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Bagian Barat (JBB) membentuk Satuan tugas (Satgas) Nataru untuk mengantisipasi dan menjaga kelancaran pasokan energi selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.
Perusahaan memproyeksikan perubahan pola konsumsi pada akhir tahun. Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Freddy anwar, menyebut konsumsi gasoline diperkirakan naik sekitar 5,3 persen, sementara penggunaan avtur meningkat 1,03 persen dibanding kondisi normal.
freddy menambahkan beberapa jenis energi justru diprediksi turun permintaannya. Ia menyatakan konsumsi LPG diperkirakan turun sekitar 1,2 persen dan gasoil turun sekitar 1,3 persen seiring potensi pembatasan logistik selama libur panjang.
Untuk merespons dinamika tersebut, Pertamina Patra niaga menyiapkan empat pilar layanan utama: layanan energi, layanan wilayah atensi, layanan promosi, dan layanan tambahan yang disesuaikan kondisi lapangan.
Ribuan sarana energi di Jawa bagian Barat dioptimalkan selama periode satgas Nataru, termasuk SPBU, agen LPG, Pertashop, fuel terminal, terminal LPG, serta aviation fuel terminal yang menjadi tulang punggung distribusi.
Group Head Operation Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Moch. Toriq, menegaskan kesiapan operasional menyeluruh. Perusahaan menyiagakan SPBU dan agen LPG 24 jam, menyiapkan mobil tangki cadangan, serta melakukan pengawasan intensif stok di seluruh terminal.
Dukungan mitra penyalur diperkuat. Ketua DPD III Hiswana Migas Jawa Bagian Barat, Heddy, menyatakan pihaknya siap menjaga kelancaran distribusi dan bekerja sama dengan Kepolisian serta BNPB untuk mendukung pendistribusian energi dan mitigasi potensi bencana.
Dari sisi layanan konsumen, Pertamina menyediakan fasilitas tambahan untuk kenyamanan pemudik. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional JBB, Susanto August Satria, mengatakan perusahaan menghadirkan Serambi MyPertamina dan layanan pengantaran BBM kemasan menggunakan motoris.







