Jakarta – PT Pertamina (Persero) meluncurkan aplikasi “Greenomina” sebagai langkah strategis dalam memperluas ekosistem dekarbonisasi.
Aplikasi ini dirancang khusus untuk mengukur emisi karbon dioksida, menghitung serapan emisi, serta memfasilitasi perdagangan karbon.
Vice President Corporate Dialogue PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso, menjelaskan aplikasi ini lebih dari sekadar alat, melainkan sebuah gerakan untuk membawa isu iklim lebih dekat ke kehidupan sehari-hari.
“Transformasi energi bukan hanya soal mengganti bahan bakar fosil dengan energi baru terbarukan (EBT), tapi juga soal mengubah perilaku, kesadaran, dan budaya perusahaan maupun masyarakat,” ujarnya dalam keterangannya di Jakarta, beberapa waktu lalu.
Melalui Greenomina, pertamina berupaya membangun ekosistem masyarakat yang sadar lingkungan.
Aplikasi ini mengajak pekerja untuk melakukan efisiensi energi, memungkinkan pelari di ajang pertamina Eco RunFest menghitung emisi mereka untuk dikonversi menjadi bebas karbon, serta menghitung emisi dari penumpang pesawat dan mengimbangi emisinya masing-masing.
Fadjar menambahkan, langkah ini memperkuat posisi Pertamina sebagai kontributor aktif dalam ekonomi karbon, dengan memperluas ekosistem dekarbonisasi dari internal dan eksternal.
Greenomina, yang merupakan singkatan dari Green and net Zero Emission Pertamina, adalah aplikasi kalkulasi emisi karbon yang dikembangkan oleh empat perwira muda Pertamina.
Aplikasi ini memungkinkan individu dan institusi untuk menghitung emisi karbon dari berbagai aktivitas, seperti perjalanan, penginapan, penggunaan listrik dan air, konsumsi makanan, hingga limbah.
Emisi tersebut kemudian dapat dikompensasi dengan skema kredit karbon.
Aplikasi ini telah digunakan sejak Januari 2025 untuk program Carbon Neutral business Trip Pertamina, yang menghitung emisi dari aktivitas perjalanan dinas pekerja Pertamina.
Hingga saat ini, Fadjar mengungkapkan, lebih dari 10.000 perjalanan dinas telah diukur emisinya melalui aplikasi ini.
Fadjar berharap, Greenomina dapat menjadi platform komersial berkelanjutan yang membantu berbagai perusahaan mengembangkan bisnis carbon-neutral dan berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Fadjar menyampaikan bahwa Greenomina tidak hanya memperkuat komitmen Pertamina terhadap target net zero emission 2060 Pemerintah Indonesia, tetapi juga menjadi penggerak perubahan sosial yang dapat dimanfaatkan oleh konsumen, komunitas, dan generasi muda Indonesia.
“Aplikasi ini memberikan kesadaran bagi masyarakat bahwa setiap orang bisa mengetahui emisi karbon dari aktivitas hariannya dan punya peran dalam mengurangi dampak lingkungan,” pungkasnya.







