Jakarta – Guna meningkatkan daya saing Usaha Mikro dan Kecil (UMK), PT Pertamina (Persero) meluncurkan platform Learning Management System (LMS) sebagai bagian dari program pertamina UMK Academy 2025. Platform ini dirancang untuk mempermudah UMK dalam mengaplikasikan pengetahuan yang diperoleh dalam pengembangan bisnis.
Menurut Vice president CSR & SMEPP Management Pertamina,Rudi Arifianto,inovasi ini diharapkan dapat mendorong peserta pertamina UMK Academy 2025 untuk lebih aktif dalam mempraktikkan ilmu yang didapat. “Inovasi ini diharapkan membuat peserta Pertamina UMK Academy 2025 lebih aktif, terutama dalam mempraktikkan ilmu yang didapat, sehingga program ini dapat memberikan dampak nyata bagi bisnis mereka,” ujar Rudi dalam keterangannya, Senin (21/7/2025).
Rudi menambahkan, dengan basis digital, platform LMS dirancang sebagai ekosistem pembelajaran digital terintegrasi untuk mempercepat pertumbuhan UMK di Indonesia. Peserta dapat mengakses materi pembelajaran, tugas, dan evaluasi kapan saja dan di mana saja. “Dengan demikian, UMK dapat lebih cepat berkembang dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar,” imbuhnya.
Platform ini menyediakan akses ke video pembelajaran dan materi yang dapat diunduh sesuai dengan kelas yang dipilih, yaitu Kelas Go Modern, Go Digital, Go Online, dan Go Global. Lebih dari 30 modul dirancang untuk memberikan pengetahuan bisnis yang komprehensif.
Kelas Go Modern mencakup materi tentang badan hukum usaha, legalitas dan sertifikasi, desain kemasan, akuntabilitas dan profitabilitas, serta pembuatan SOP. Kelas Go Digital menawarkan materi tentang digital marketing, Google My Buisness, WhatsApp Business, strategi branding, automasi bisnis, dan omnichannel mindset.
Kelas Go Online menghadirkan materi tentang marketplace mastery, social media selling, manajemen logistik dan inventori, serta iklan digital. Sementara itu, Kelas Go Global memuat materi tentang prosedur dan dokumen ekspor, riset pasar global, pembuatan company profile, hingga business matching dengan buyer internasional.
Selain itu, peserta Pertamina UMK Academy 2025 juga akan mendapatkan materi wajib, termasuk pembelajaran tentang siklus bisnis UMK, Business Model Canvas (BMC), riset pasar, manajemen keuangan, serta prinsip Go Green dan ekonomi sirkuler.
Rudi menjelaskan, melalui platform digital ini, Pertamina dapat memberikan standar kualitas pendampingan yang sama secara serentak kepada 1.490 UMK di seluruh Indonesia yang menjadi peserta Pertamina UMK Academy 2025. “Melalui platform digital ini, Pertamina dapat memberikan standar kualitas pendampingan yang sama secara serentak kepada 1.490 UMK di seluruh Indonesia yang menjadi peserta Pertamina UMK Academy 2025,” jelasnya. Ia menambahkan,proses pembelajaran menjadi lebih terukur dan berbasis data,sehingga keberhasilan program dapat diukur secara kuantitatif.
Hilda puspita Pratyaharani, owner Meat story, yang juga peserta Pertamina UMK Academy 2025, mengakui keunggulan platform LMS.Ia mengaku mendapatkan banyak wawasan baru,mulai dari pengelolaan bisnis,strategi pemasaran,branding,hingga legalitas dan sertifikasi usaha. “Semua materi ini disampaikan dengan sangat relevan dan mudah dipahami,” kata Hilda.
Program pengembangan UMK ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintahan Prabowo-Gibran, yang bertujuan menciptakan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, dan mengembangkan industri kreatif. Pengembangan ini diharapkan dapat mendorong dan mengembangkan UMK sehingga berdampak pada terciptanya lapangan pekerjaan.







