Tutup
News

Perumda Padang Percepat Pemulihan Air Bersih Pascabencana

197
×

Perumda Padang Percepat Pemulihan Air Bersih Pascabencana

Sebarkan artikel ini
pascabencana,-pemulihan-layanan-perumda-am-padang-capai-77-persen
Pascabencana, Pemulihan Layanan Perumda AM Padang Capai 77 Persen

Padang – Perumda Air Minum (AM) Kota Padang terus berupaya memulihkan layanan air bersih pasca banjir.Hingga Kamis (4/12), tingkat pemulihan mencapai 77 persen.

Direktur Utama Perumda AM Kota Padang,Hendra Pebrizal,mengungkapkan sebelumnya 90 persen layanan sempat lumpuh total.

“Hanya tiga unit IPA yang tetap beroperasi melalui sumur bor dan IPA Sikayan Balumuik,” ujarnya.

Hendra menjelaskan, pemulihan dilakukan dengan kerja keras siang dan malam. Area selatan sudah kembali normal berkat operasional intake Bungus, IPA Pegambiran, IPA Sikayan, ulu Gadut, dan Jawa Gadut.

“IPA Paraku berkapasitas 200 liter per detik juga pulih pada hari kedua. Layanan selatan kini terpenuhi,” tegasnya.

Gangguan terbesar terjadi di pusat kota. Intake Kampung Koto Nanggalo yang memasok air untuk IPA gunung Pangilun (kapasitas 500 liter per detik) sempat berhenti total.”Intake beroperasi pada Sabtu dengan satu pompa (150 liter per detik). Dua hari kemudian, dua pompa beroperasi,” jelas Hendra.

Keterlambatan pemulihan disebabkan tiga pompa terendam banjir dan harus dibongkar elektromotornya. Banjir susulan juga memaksa petugas mengamankan kembali perangkat pompa.setelah pompa pulih, mulut kanal tertutup material, menghambat produksi.

“Kapasitas yang berfungsi saat ini baru 300 liter per detik karena kualitas air sangat keruh. Alat berat terus siaga untuk pengerukan di mulut kanal intake Kampung Koto Nanggalo,” ungkapnya.

Meski demikian, layanan pusat kota mulai stabil, terutama untuk objek vital seperti rumah sakit. Pemulihan dilakukan bertahap sambil menjaga suplai tetap aman.

Pipa intake Guo sepanjang 150 meter yang hilang terseret banjir berhasil dipulihkan dalam satu hari setelah alat berat dikerahkan.Daerah Kuranji,Belimbing,dan Taruko mulai dialiri air sejak malam sebelumnya.

Tiga intake kecil di wilayah utara sudah beroperasi. Intake Garing dan Latung menghasilkan 90 liter per detik dari kapasitas 290 liter per detik.

Namun, belum maksimal karena pompa kapasitas 125 (mampu menghasilkan 200 liter per detik) hilang terseret banjir bersama rumah pompanya.

“Air di sungai Lubuk Minturun masih deras dan keruh tinggi, sehingga belum bisa disedot.Airnya juga deras bercampur lumpur,” pungkas Hendra.