Tutup
Perbankan

Pesawat Jatuh, Kemenhub Pastikan Laik Terbang, KNKT Investigasi

225
×

Pesawat Jatuh, Kemenhub Pastikan Laik Terbang, KNKT Investigasi

Sebarkan artikel ini
kemenhub-pastikan-pesawat-atr-jatuh-di-gunung-bulusaraung-laik-terbang
Kemenhub Pastikan Pesawat ATR Jatuh di Gunung Bulusaraung Laik Terbang

Jakarta – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang jatuh di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, laik terbang.

Kepastian ini disampaikan menyusul insiden jatuhnya pesawat pada Sabtu (17/1).

Kepala Bagian Humas dan Umum Ditjen Hubud Kemenhub,Endah Purnama Sari,menyatakan bahwa pesawat tersebut memenuhi persyaratan kelaikudaraan berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi.

“Berdasarkan data pengawasan dan hasil inspeksi kelaikudaraan, pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT dinyatakan memenuhi persyaratan kelaikudaraan,” ujar Endah dalam keterangan resmi, Senin (19/1).

endah menjelaskan, pernyataan ini didukung oleh serangkaian pemeriksaan dan inspeksi.

Ramp check terakhir dilaksanakan pada 19 November 2025 di Bandar Udara Sam Ratulangi, Manado.

Inspeksi dilakukan oleh inspektur Kelaikudaraan Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah VIII Manado.

Inspeksi Perpanjangan Sertifikat Kelaikudaraan (Certificate of Airworthiness/C of A) dilaksanakan pada 3 September 2025.

Inspeksi terakhir oleh operator Indonesia Air Transport (IAT) dilaksanakan sesuai dengan program perawatan Calendar Month 4.5 MO pada total waktu terbang 24.959,62 flight hours, pada tanggal 25 Desember 2025.

“Data tersebut menunjukkan bahwa pesawat telah menjalani pemeriksaan rutin serta pengawasan kelaikudaraan secara berkala dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” tegas Endah.

Kemenhub juga memastikan seluruh awak pesawat dalam kondisi fit dan memenuhi standar kesehatan penerbangan sesuai ketentuan civil Aviation Safety Regulations (CASR) Part 67.

Hal ini berdasarkan data Medical examination (MEDEX) terakhir. Seluruh sertifikat kesehatan awak pesawat masih berlaku saat kejadian.

Berikut rinciannya:

* Capt. Andy Dahananto (Pilot in Command): Sertifikat kesehatan Kelas 1, pemeriksaan medis terakhir 28 Juli 2025, berlaku hingga 31 Januari 2026.
* FO Yudha Mahardika (First Officer): Sertifikat kesehatan Kelas 1,pemeriksaan medis terakhir 15 Agustus 2025,berlaku hingga 15 Februari 2026.
* Hariadi (Flight Operations Officer/FOO): Sertifikat kesehatan kelas 3,pemeriksaan medis terakhir 12 Juli 2024,berlaku hingga 12 Juli 2026.
* Florencia Lolita (Flight attendant): Sertifikat kesehatan Kelas 2, pemeriksaan medis terakhir 31 Januari 2025, berlaku hingga 31 Januari 2026.
* Esther Aprilita Pinarsinta Sianipar (Flight Attendant): Sertifikat kesehatan Kelas 2, pemeriksaan medis terakhir 24 September 2024, berlaku hingga 24 September 2026.

“Dengan demikian, tidak terdapat catatan medis yang menunjukkan awak pesawat tidak laik secara kesehatan pada saat bertugas,” jelas Endah.

Meski demikian, Endah menegaskan pihaknya belum bisa menyimpulkan penyebab kejadian.

Investigasi sepenuhnya menjadi kewenangan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hasil investigasi akan disampaikan secara resmi oleh KNKT.

Endah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak khawatir menggunakan transportasi udara.

“Masyarakat juga diimbau untuk tidak berspekulasi atau mempercayai pemberitaan yang tidak kredibel, serta senantiasa merujuk pada informasi resmi yang disampaikan oleh lembaga berwenang dan menunggu hasil investigasi dari KNKT,” pungkasnya.

Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1).

Pesawat jatuh di puncak Gunung Bulusaraung, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Lokasi tersebut berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar.

Tim SAR Gabungan telah menemukan dua korban hingga pukul 14.20 WITA.

“Hari ini satu korban kedua ditemukan sekitar pukul 14.20 WITA,” ujar Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Muh syafii di kantor Basarnas Makassar.