Tutup
News

Petugas Damkar Solok Kewalahan Padamkan Puluhan Hektar Karhutla

263
×

Petugas Damkar Solok Kewalahan Padamkan Puluhan Hektar Karhutla

Sebarkan artikel ini
petugas-damkar-solok-kerja-keras-padamkan-kebakaran-hutan-dan-lahan
Petugas Damkar Solok Kerja Keras Padamkan Kebakaran Hutan dan Lahan

Solok – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda delapan nagari di Kabupaten Solok, Sumatera Barat, menyebabkan petugas pemadam kebakaran (Damkar) kewalahan. Mereka berjibaku memadamkan api di berbagai lokasi yang sulit dijangkau.

Kasi Operasi Pemadaman Kebakaran damkar Kabupaten Solok, Zulhelmi Bosy, mengungkapkan, petugas Damkar telah memadamkan kebakaran hutan di delapan nagari berbeda dalam satu hari. “Petugas kami seharian berjibaku memadamkan api hingga banyak petugas yang kelelahan dan kewalahan dalam melaksanakan tugas,” ungkapnya di Solok, Sabtu (19/7).

Zulhelmi merinci,delapan nagari yang terdampak karhutla meliputi Nagari Saniangbaka,Junjuang Sirih dekat Puncak Gagoan,Jorong Sungai Lasi,Nagari Pianggu,Sulik Aia,Talang Babungo,jorong Bukik Kili Koto Baru,Padang Balimbiang Koto Sani,dan Nagari Alahan Panjang.

Diperkirakan, total lahan yang terbakar di Kabupaten Solok mencapai puluhan hingga ratusan hektare.

Dalam proses pemadaman, petugas menghadapi sejumlah kendala. Zulhelmi menjelaskan, lokasi yang sulit dijangkau oleh mobil damkar dan sumber air yang sulit ditemukan akibat musim kemarau menjadi tantangan tersendiri. “Lokasi karhutla juga berada di puncak bukit, bahkan banyak lokasi yang sulit dijangkau hingga petugas harus berjalan kaki menuju lokasi dan dipadamkan secara manual menggunakan ranting kayu basah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Zulhelmi menambahkan, Damkar Kabupaten Solok memiliki 94 personel yang terbagi dalam beberapa regu. Dari lima armada damkar yang ada, hanya tiga yang berfungsi optimal. “Karena ada armada yang terlibat kecelakaan, jadi ada tiga armada yang bisa dipakai. satu armada pun sudah lama rusak namun masih bisa dipakai meski kurang optimal,” ujarnya.

Zulhelmi berharap hujan segera turun dan musim kemarau segera berakhir. Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih waspada dan tidak membakar sampah sembarangan, terutama di kawasan lahan pertanian atau hutan. “Tadi pagi petugas kami juga sudah bertolak menuju lokasi kebakaran di Nagari Kinari untuk memadamkan api. Alhamdulillah sekarang sudah padam,” pungkasnya.