Tutup
EnergiPerbankan

PLN Genjot Biomassa, PLTU Beralih ke Energi Hijau

254
×

PLN Genjot Biomassa, PLTU Beralih ke Energi Hijau

Sebarkan artikel ini
pln-targetkan-10-juta-ton-biomassa-jadi-bahan-bakar-pltu-di-2030
PLN Targetkan 10 Juta Ton Biomassa Jadi Bahan Bakar PLTU di 2030

Jakarta – PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menargetkan penggunaan 10 juta ton biomassa untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) pada tahun 2030.

Target ambisius ini merupakan bagian dari upaya menggantikan bahan bakar fosil dalam penyediaan listrik secara nasional.

PLN EPI menargetkan penggunaan 2,5 juta ton biomassa pada akhir 2025.

Penggunaan biomassa diklaim telah berhasil menurunkan emisi karbon hingga 2,6 juta ton CO2e dari 14 jenis biomassa.

Direktur Bioenergi PLN EPI, Hokkop Situngkir, optimistis target 10 juta ton biomassa akan tercapai.

“Untuk 2-3 tahun ke depan, kami punya potensi sekitar 7,3 juta ton,” ujar Hokkop dalam sebuah forum diskusi.

hokkop menambahkan, bioenergi memiliki keunggulan karena mengganti molekul fosil dengan molekul hayati, yang terbukti mengurangi emisi karbon.

Biomassa sendiri merupakan materi organik dari makhluk hidup, seperti tumbuhan, hewan, mikroorganisme, dan sisa-sisanya.

Contohnya termasuk limbah pertanian, kotoran hewan, sampah organik, tebu, dan jagung.

Untuk mencapai target tersebut, Hokkop menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor.

“Ini kesempatan yang terbuka sangat lebar, tapi harus ada kolaborasi dari semua kepentingan,” tegasnya.

Ketua Umum masyarakat Energi Biomassa Indonesia (MEBI), Milton Pakpahan, merekomendasikan peningkatan produksi biomassa untuk mendukung target RUPTL berbasis Energi Baru Terbarukan (EBT).

Khususnya, Pembangkit Listrik tenaga Bio (PLT Bio) sebesar 0,9 GW hingga 2034.

Saat ini, terdapat sekitar 480 MW PLT Biomassa dalam tahap konstruksi, tender, maupun perencanaan.

Kebutuhan biomassa untuk proyek-proyek ini mencapai sekitar 2,5 juta ton.

Ekonom Institute for Growth of Economics and Finance (Indef), Imaduddin Abdullah, menilai bioenergi memiliki nilai strategis karena mampu menggerakkan ekonomi lokal.

Imaduddin menjelaskan, bioenergi memiliki potensi besar dalam mendukung transisi energi nasional dan menopang ketahanan energi.

“Sehingga bergeraknya bioenergi secara tidak langsung, atau mungkin langsung, memberikan dampak kepada produsen di hulu yang memang banyak adalah ekonomi lokal,” pungkas Imaduddin.