Jakarta – PT PLN Indonesia Power (PLN IP) terus berupaya memperkuat sistem kelistrikan nasional. Salah satu langkahnya adalah dengan mempercepat transisi energi.
Hal ini diwujudkan melalui penetapan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2026.
PLN IP mengusung semangat ‘Driving Strategy Into Action, Empowering Green Transformation Towards Lasting Future’. Semangat ini menjadi landasan untuk mencapai target kinerja 2026 melalui strategi transformasi berkelanjutan.
Strategi tersebut berfokus pada operational excellence, efisiensi biaya, dan pengembangan bisnis hijau.
Pengesahan target kinerja perusahaan tahun 2026 dilakukan dalam rapat Umum Pemegang Saham Rencana Kerja dan Anggaran perusahaan (RUPS RKAP) Tahun 2026 Subholding/Anak Perusahaan PT PLN (Persero).
Direktur Utama PT PLN (Persero), Darmawan Prasodjo, mengapresiasi PLN IP atas konsistensinya menjaga keandalan pasokan listrik nasional.
“Tahun 2025 telah kita lalui dengan capaian yang positif. Ke depan, tahun 2026 diharapkan dapat menjadi momentum peningkatan kinerja yang lebih baik,” ujar Darmawan, Sabtu (31/1/2026).
Darmawan menambahkan, tantangan bisnis 2026 harus dihadapi dengan melanjutkan transformasi korporasi.
Fokusnya adalah operational excellence berbasis digital, cost leadership, percepatan transisi energi, pengembangan pembangkit, serta penguatan portofolio bisnis beyond kWh.
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Bernadus Sudarmanta, menegaskan bahwa tahun 2026 menjadi fase krusial untuk mempercepat transisi energi.
“PLN Indonesia Power berkomitmen menjadikan tahun 2026 sebagai tahun akselerasi transisi energi,” tegas Bernadus.







