Tutup
BisnisEkonomiInvestasiPerbankan

PNM Sabet Penghargaan Ketahanan Komunitas di BIFA 2025

659
×

PNM Sabet Penghargaan Ketahanan Komunitas di BIFA 2025

Sebarkan artikel ini
pnm-sabet-penghargaan-ketahanan-komunitas-di-bifa-2025
PNM Sabet Penghargaan Ketahanan Komunitas di BIFA 2025

Jakarta – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) meraih penghargaan Bisnis Indonesia Financial Awards (BIFA) 2025 atas kontribusinya dalam memperkuat ketahanan komunitas melalui pembiayaan mikro.

PNM dinilai berhasil dalam memperkuat sektor ultra mikro melalui akses permodalan dan pendampingan berkelanjutan.

Penghargaan “The Most Impactful Community Resilience through Microfinance” ini diterima PNM pada Rabu (17/9) di Jakarta.

BIFA 2025 memberikan apresiasi atas keberhasilan PNM memberdayakan perempuan pra-prasejahtera sebagai pengusaha ultra mikro melalui program PNM Mekaar.

Intervensi keuangan dan pendampingan ini terbukti mampu mendorong ketahanan ekonomi komunitas.

PNM juga dinilai berkontribusi dalam menjawab tantangan inklusi keuangan dan ekonomi mikro.

Pencapaian ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk meningkatkan lapangan kerja berkualitas, mendorong kewirausahaan, mengembangkan industri kreatif, dan melanjutkan pengembangan infrastruktur.

Selain menyediakan modal, PNM juga melakukan pendampingan usaha berkelanjutan kepada industri kreatif di level ultra mikro.

Tujuannya agar usaha mereka tahan terhadap gejolak ekonomi, membuka lapangan pekerjaan, dan mampu tumbuh berkelanjutan.

PNM juga meluncurkan instrumen keuangan Orange Bonds senilai Rp16 triliun.

Dana ini khusus dialokasikan untuk pemberdayaan perempuan pra-sejahtera melalui program PNM Mekaar.

Direktur Utama PNM, Arief Mulyadi, menyampaikan rasa syukur atas penghargaan ini.

“Kami percaya bahwa dengan Orange Bonds dan dukungan pendampingan yang sistematis, PNM ingin agar setiap perempuan kuat ini bisa naik kelas menjadi tulang punggung ekonomi keluarga,” ujarnya.

PNM optimistis sektor ultra mikro akan semakin kuat, inklusif, dan produktif.

Penghargaan ini diharapkan menjadi pemicu kolaborasi lebih luas antara PNM, pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat.

PNM melihat dukungan ini penting untuk memperkuat ekonomi kerakyatan dan mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.