Tutup
News

Prabowo Groundbreaking Pabrik Baterai, Erick Tegaskan Dukungan BUMN untuk Percepat Hilirisasi Energi

339
×

Prabowo Groundbreaking Pabrik Baterai, Erick Tegaskan Dukungan BUMN untuk Percepat Hilirisasi Energi

Sebarkan artikel ini
prabowo-groundbreaking-pabrik-baterai,-erick-tegaskan-dukungan-bumn-untuk-percepat-hilirisasi-energi
Prabowo Groundbreaking Pabrik Baterai, Erick Tegaskan Dukungan BUMN untuk Percepat Hilirisasi Energi

Karawang – Pemerintah terus mendorong hilirisasi industri dalam negeri melalui pembangunan ekosistem baterai kendaraan listrik. Presiden Republik Indonesia,Prabowo Subianto,meresmikan dimulainya pembangunan (groundbreaking) Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL pada Ahad (29/6/2025). Proyek yang berlokasi di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, jawa Barat ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing Indonesia di panggung internasional.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, menjelaskan bahwa proyek strategis ini merupakan wujud pengembangan industri baterai kendaraan listrik yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. Pengembangan ini dilakukan bersama antara Kementerian BUMN dan Danantara,melalui PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM),Indonesia Battery Corporation (IBC),serta konsorsium CATL,Brunp,dan Lygend (CBL).

Dalam acara groundbreaking tersebut, turut hadir Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, serta Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi.

Erick Thohir menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto atas motivasi dan dorongan yang terus diberikan kepada BUMN untuk mengambil peran strategis dalam hilirisasi industri. “Saya berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto yang memotivasi dan terus mendorong agar BUMN mengambil peran strategis dalam hilirisasi industri, serta mendukung penuh transformasi menuju industri hijau, khususnya dalam industri baterai terintegrasi,” ujar Erick saat menghadiri groundbreaking Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Ahad (29/6/2025).

Lebih lanjut, Erick menjelaskan bahwa konsorsium BUMN yang berada di bawah naungan Danantara akan fokus pada pengelolaan investasi dan operasionalisasi yang berkesinambungan. Kementerian BUMN, menurut Erick, akan terus menjalankan pengawasan dan penugasan pemerintah, serta berkolaborasi dengan Kementerian ESDM dan Kementerian Perindustrian. Hal ini sebagai bentuk nyata komitmen pemerintah dalam membangun kemandirian ekonomi melalui swasembada energi.

“Kita tidak hanya menambang nikel lalu mengekspor bahan mentah, tetapi mengolahnya hingga menjadi produk baterai bernilai tinggi,” ucap Erick pada Ahad (29/6/2025).

Erick menambahkan, proyek ini akan menciptakan rantai nilai industri dalam negeri yang kuat, mulai dari penambangan nikel hingga produksi baterai berstandar global. Pabrik baterai di Karawang ini tidak hanya akan memasok kebutuhan kendaraan listrik nasional, tetapi juga menargetkan ekspor baterai berkualitas tinggi ke pasar global. Manfaat proyek ini, ditegaskan Erick, akan dirasakan tidak hanya oleh industri, tetapi juga masyarakat sekitar.”Kita berbicara tentang 8.000 tenaga kerja langsung dan ribuan lapangan kerja lain secara tidak langsung,mulai dari katering,transportasi,hingga UMKM lokal. Proyek ini juga akan menumbuhkan sentra ekonomi baru di Karawang dan Halmahera Timur,” lanjut Erick.Selain menciptakan peluang kerja, Erick menilai proyek ini juga strategis dalam meningkatkan daya saing Indonesia di panggung internasional. BUMN, kata Erick, bertekad mengikis peran Indonesia yang selama ini kerap menjadi sekadar pasar bagi produk luar negeri.

“lewat ekosistem baterai kendaraan listrik ini,Indonesia akan memimpin rantai pasok global dan menjadi pusat industri hijau dunia,” ucap Erick.

Dengan terbangunnya ekosistem industri baterai kendaraan listrik ini, Erick berharap Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan domestik kendaraan listrik dan sistem penyimpanan energi, tetapi juga memperkuat posisi sebagai salah satu pusat produksi dan inovasi teknologi hijau di kawasan Asia dan dunia.”BUMN dan ESDM adalah tulang punggung negara untuk mendorong hilirisasi dan menciptakan nilai tambah di dalam negeri. Melalui proyek ini, Pak Bahlil dan saya tunjukkan kepada dunia, Indonesia serius menjadi pemain utama kendaraan listrik global, bukan hanya sebagai penonton, sesuai arahan serta visi bapak Presiden Prabowo menjadikan bangsa Indonesia besar dan mandiri” kata Erick.