Tutup
Perbankan

Prabowo Hadiri KTT BRICS, Perkuat Peran Global Indonesia

280
×

Prabowo Hadiri KTT BRICS, Perkuat Peran Global Indonesia

Sebarkan artikel ini
menko-airlangga-sebut-brics-berkomitmen-perkuat-multilateralisme
Menko Airlangga Sebut BRICS Berkomitmen Perkuat Multilateralisme

Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025 di Rio de Janeiro, Brasil, Minggu (6/7). Keikutsertaan Indonesia dalam forum ini dinilai strategis untuk memperkuat peran di kancah global.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mendampingi Presiden Prabowo dalam KTT yang mengusung tema “strengthening Global South Cooperation for More Inclusive and Enduring governance”.

Airlangga menjelaskan, bergabungnya Indonesia meningkatkan representasi BRICS menjadi 40% dari PDB dunia dan 56% populasi global. Sebelumnya, BRICS merepresentasikan 34% PDB global dengan nilai US$28 triliun.

“Ekonominya terus bertambah, dan berdasarkan purchasing power parity, BRICS sudah lebih tinggi daripada G7,” ujar Airlangga, Senin (7/7).

Dalam forum tersebut, Presiden prabowo menegaskan komitmen Indonesia untuk mendukung perdamaian dunia melalui multilateralisme dan hukum internasional.

Indonesia menolak perang dan standar ganda, serta mendorong reformasi sistem multilateral dan peningkatan keterwakilan negara Global South di PBB.

Presiden Prabowo juga menyampaikan dukungan terhadap Palestina dan menekankan pentingnya “Bandung Spirit” dalam forum BRICS.

Lebih lanjut, Presiden menyoroti urgensi menghidupkan kembali multilateralisme dan mendorong kerja sama ekonomi negara-negara Global South.

Presiden juga mendorong optimalisasi peran New Progress Bank (NDB) untuk pembiayaan pembangunan, termasuk proyek energi bersih dan infrastruktur.saat ini, NDB menangani 120 proyek senilai US$39 miliar.

Indonesia berkomitmen berpartisipasi aktif dalam NDB untuk membuka akses pembiayaan pembangunan yang mendukung transformasi hijau dan pertumbuhan ekonomi berkelanjutan.KTT BRICS menghasilkan Leaders’ Declaration yang berisi komitmen memperkuat multilateralisme, reformasi tata kelola global, promosi perdamaian, stabilitas global, kerja sama ekonomi, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.