Tutup
News

Prabowo Sampaikan Pidato Perdana, Ungkap Asumsi Makro dan Kebijakan Fiskal RAPBN 2026

324
×

Prabowo Sampaikan Pidato Perdana, Ungkap Asumsi Makro dan Kebijakan Fiskal RAPBN 2026

Sebarkan artikel ini
prabowo-perdana-bakal-sampaikan-pidato-nota-keuangan-hari-ini,-intip-asumsi-makro-hingga-kebijakan-fiskal-rapbn-2026
Prabowo Perdana Bakal Sampaikan Pidato Nota Keuangan Hari Ini, Intip Asumsi Makro hingga Kebijakan Fiskal RAPBN 2026

Jakarta – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan menyampaikan pidato kenegaraan yang berfokus pada RAPBN 2026 dalam Sidang Tahunan MPR/DPR RI. Pidato ini akan menjadi sorotan utama dalam peringatan HUT ke-80 Kemerdekaan RI di Gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta.

RAPBN 2026 telah melalui pembahasan intensif antara pemerintah dan DPR, mencakup asumsi dasar makro ekonomi hingga postur anggaran. Rancangan tersebut telah disahkan dalam Rapat Paripurna DPR RI Ke-25 Masa Sidang IV Tahun Sidang 2024-2025 pada Kamis (24/7/2025).

Asumsi dasar ekonomi makro yang disepakati meliputi pertumbuhan ekonomi 5,2-5,8 persen, inflasi 1,5-3,5 persen, nilai tukar rupiah Rp 16.500-Rp 16.900 per dolar AS, tingkat bunga SUN 10 tahun 6,6-7,2 persen, ICP US$60-US$80 per barel, lifting minyak bumi 605.000-620.000 barel per hari, dan lifting gas bumi 953.000 hingga 1,02 juta barel setara minyak per hari.

Sasaran dan indikator pembangunan 2026 mencakup tingkat kemiskinan 6,5-7,5 persen, tingkat kemiskinan ekstrem 0-0,5 persen, rasio gini 0,377-0,380, tingkat pengangguran terbuka 4,44-4,96 persen, indeks modal manusia 0,57, indeks kesejahteraan petani 0,7731, dan proporsi penciptaan lapangan kerja formal 37,95.

Postur makro fiskal 2026 meliputi pendapatan negara 11,71-12,31 persen PDB, dengan rincian perpajakan 10,08-10,54 persen PDB, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 1,63-1,76 persen PDB, dan hibah 0,002-0,003 persen PDB. belanja negara diperkirakan 14,19-14,83 persen PDB, dengan belanja pemerintah pusat 11,41-11,94 persen PDB dan transfer ke daerah 2,78-2,89 persen PDB.Keseimbangan primer diproyeksikan 0,18-0,22 persen PDB, defisit 2,48-2,53 persen, dan pembiayaan 2,48-2,53 persen.

Pemerintah menekankan bahwa postur kebijakan makro dan fiskal 2026 dirancang sebagai counter cyclical untuk meredam gejolak. Belanja pemerintah didorong semakin efisien dan produktif untuk mendukung program prioritas, serta optimalisasi pendapatan negara dengan menjaga iklim investasi. Sinergi program penerimaan negara dengan data bersama analis, pengawas, pemeriksaan, dan kepatuhan yang solid dan kredibel juga menjadi fokus.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa Presiden Prabowo secara intensif mempersiapkan materi pidato kenegaraan, termasuk nota keuangan RAPBN 2026.

Prasetyo menambahkan, penekanan isi pidato tidak akan keluar dari Astacita serta program-program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. “Tentunya penekanan-penekanannya tidak akan keluar dari Astacita dan apa yang menjadi program-program prioritas,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (14/8/2025).