Tutup
News

Produksi Migas Harian Tembus 1,75 Juta Barel, Bahlil: Lampaui Target APBN

272
×

Produksi Migas Harian Tembus 1,75 Juta Barel, Bahlil: Lampaui Target APBN

Sebarkan artikel ini
produksi-migas-harian-tembus-1,75-juta-barel,-bahlil:-lampaui-target-apbn
Produksi Migas Harian Tembus 1,75 Juta Barel, Bahlil: Lampaui Target APBN

Jakarta – Kabar menggembirakan datang dari sektor energi Indonesia. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengumumkan produksi minyak dan gas (migas) nasional berhasil melampaui target yang ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada semester pertama tahun 2025. Pengumuman ini disampaikan saat konferensi pers di Kementerian ESDM, Senin (11/8/2025).

Bahlil menjelaskan,secara akumulatif,produksi migas Indonesia mencapai 1,75 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD). Angka ini melampaui target APBN 2025 yang sebelumnya ditetapkan sebesar 1,61 juta barel setara minyak per hari.

“Target APBN untuk akumulasi produksi minyak dan gas total sekitar 1.610 (MBOEPD). Tapi sekarang dalam satu semester (2025) sudah melampaui target APBN yakni mencapai 1.754,5 (MBOEPD),” ungkap Bahlil.

Meskipun demikian, Bahlil mengakui adanya penurunan produksi migas pada bulan Mei dan Juni 2025. Pada Mei 2025, produksi tercatat sebesar 1,81 juta barel setara minyak per hari, kemudian turun menjadi 1,75 juta barel setara minyak per hari pada Juni 2025.

Menurut Bahlil, penurunan ini disebabkan oleh adanya pekerjaan perbaikan yang dilakukan oleh sejumlah perusahaan kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS), yang mengharuskan mereka menghentikan operasional untuk sementara waktu. “target APBN semester pertama 1.610 MBOEPD, tapi realisasinya 1.754,5 MBOEPD,” jelasnya. Lebih lanjut, Bahlil menjelaskan bahwa rata-rata produksi minyak pada periode Januari-juni 2025 mencapai 602,4 ribu barel per hari (MBOPD), atau 99,5 persen dari target APBN 2025 sebesar 605 ribu barel per hari. Namun, lifting minyak per Juni 2025 telah mencapai 100,5 persen dari target, yaitu 608,1 ribu barel per hari.

“Dari data dirjen Migas,sejak 2008 sampai 2024 target realisasi lifting kita tidak pernah mencapai sama dengan target APBN,selalu di bawah target APBN,” ungkap Bahlil. Bahlil juga menyinggung anggapan bahwa target produksi minyak sulit dicapai.Ia bahkan membandingkan sektor migas dengan sektor pangan, yang menurutnya lebih mudah dikelola. “Kalaupun ada uang dan ada lahan,begitu eksplorasi,belum tentu dapat itu waktunya 3-4 tahun. Saya terima kasih kepada SKK Migas, dirjen migas, dan seluruh tim atas kerja samanya,” tuturnya.

Sementara itu, rata-rata produksi gas bumi pada semester I-2025 tercatat mencapai 1,19 juta barel setara minyak per hari (MBOEPD), atau 119 persen dari target APBN 2025 sebesar 1.005 juta barel per hari. Pada Juni 2025, capaiannya mencapai 1,14 juta barel per hari.Namun, lifting gas pada Juni 2025 mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya, yaitu 1,21 juta barel per hari pada Mei 2025.

Bahlil menambahkan, “Rata-rata per bulan 1.005 (MBOEPD, target APBN), tapi realisasi kita sekarang kalau di rata-rata itu mencapai 1.199 (MBOEPD). Artinya, sudah mencapai 119 persen dari target semester pertama.”