Tutup
News

PT Awina Sinergi International Minati Potensi Pengelolaan Sampah di Padang

192
×

PT Awina Sinergi International Minati Potensi Pengelolaan Sampah di Padang

Sebarkan artikel ini
pt-awina-sinergi-international-minati-potensi-pengelolaan-sampah-di-padang
PT Awina Sinergi International Minati Potensi Pengelolaan Sampah di Padang

Jakarta – PT Awina Sinergi International menunjukkan minat serius untuk berinvestasi dalam sektor pengelolaan sampah di Kota Padang. Ketertarikan ini diungkapkan dalam pertemuan antara pihak manajemen perusahaan dan Pemerintah Kota Padang, yang berlangsung di kantor PT Awina Sinergi International pada Jumat (13/6/2025).

Fadly Amran, Walikota Padang, menekankan potensi besar pengelolaan sampah di wilayahnya sebagai peluang investasi jangka panjang. Ia menjelaskan bahwa timbulan sampah di Kota Padang mencapai 750 ton per hari, di mana 668 ton di antaranya telah berhasil dikelola. “Timbulan sampah Kota Padang mencapai 750 ton per hari, dengan 668 ton di antaranya sudah terkelola,” ujarnya.

Lebih lanjut, Fadly Amran mengungkapkan bahwa sekitar 540 ton sampah masih setiap hari masuk ke TPA Air Dingin, dengan komposisi 65 persen merupakan sampah organik. Pemerintah Kota padang saat ini tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas TPST RDF (Refuse Derived Fuel) di TPA Air Dingin, yang merupakan hibah dari Kementerian Pekerjaan Umum. fasilitas ini direncanakan akan mengolah 200 ton sampah per hari menjadi bahan bakar alternatif dan diharapkan mulai beroperasi pada akhir tahun ini. “Meski begitu, masih ada sekitar 340 ton sampah per hari yang belum terolah, yang hampir seluruhnya organik,” ungkapnya. Pemerintah Kota Padang menyatakan kesiapannya untuk mendukung investasi di sektor ini,termasuk penyediaan lahan dan regulasi yang diperlukan.

Nakamura Hirohide, President Commissioner PT Awina Sinergi International, menyatakan bahwa Kota Padang, dengan populasi sekitar satu juta jiwa, memiliki potensi untuk menjadi model pengelolaan limbah berkelanjutan. “kita akan mengunjungi Kota Padang,dan jika investasi ini berjalan,setidaknya dua tahun pertama kita akan fokus pada sistem dan edukasi pemilahan sampah,kemudian dilanjutkan dengan membangun infrastruktur pengolahan sampah skala menengah,” tuturnya.