Tutup
Teknologi

PTPN Luncurkan Eco Cycle: Ubah Limbah Jadi Berkah

317
×

PTPN Luncurkan Eco Cycle: Ubah Limbah Jadi Berkah

Sebarkan artikel ini
aplikasi-ini-bikin-limbah-sawit,-karet-dan-tebu-jadi-duit
Aplikasi Ini bikin Limbah Sawit, Karet dan Tebu jadi Duit

Jakarta – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) Group mengambil langkah strategis dalam transformasi digital dengan meluncurkan aplikasi Eco cycle.

Inisiatif ini diharapkan menjadi solusi inovatif dalam pengelolaan limbah di sektor perkebunan kelapa sawit,karet,dan tebu.

Aplikasi yang mengusung prinsip ekonomi sirkular ini diluncurkan pada Senin (14/7/2025), dengan tujuan utama mengoptimalkan pengelolaan limbah organik serta membuka potensi komersialisasi residu dari kebun dan pabrik.

Sistem ini juga menawarkan kemampuan pemantauan data secara real-time, yang akan meningkatkan akuntabilitas dan integrasi dalam tata kelola limbah.

Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, menekankan bahwa Eco Cycle lebih dari sekadar alat pelaporan.

“Eco Cycle akan menjadi soko guru pengelolaan limbah berbasis data,” ujarnya, menjelaskan bahwa sistem ini menyatukan aspek lingkungan, operasional, dan ekonomi dalam satu platform terpadu.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko Santosa, menambahkan bahwa penerapan Eco Cycle akan menjadi lompatan besar dalam digitalisasi pengelolaan limbah berbasis prinsip ekonomi sirkular.

Menurutnya, sistem yang terintegrasi akan mempercepat dan mengefisienkan pengambilan keputusan di lapangan, terutama dalam mengelola sisa produksi seperti tandan kosong, limbah cair (palm oil mill effluent), hingga abu boiler.

“Kami bisa memantau secara menyeluruh titik-titik penghasil limbah dan langsung menganalisis potensi pemanfaatannya,” jelas Jatmiko. ia menambahkan bahwa hal ini membuka peluang besar bagi pengembangan energi alternatif, efisiensi biaya, dan potensi komersialisasi limbah.

Aplikasi Eco Cycle dirancang untuk diimplementasikan di seluruh lingkungan PTPN, termasuk PalmCo (sawit), PTPN I supportingco (karet dan lainnya), serta PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) yang fokus pada komoditas tebu.

Langkah ini menegaskan komitmen PTPN Group dalam mendorong industri berbasis keberlanjutan, sejalan dengan kebijakan nasional menuju ekonomi hijau dan target net zero emission pada 2060.