Tutup
Perbankan

Pupuk Indonesia Kelola Data, Tingkatkan Kesuburan Tanah Pertanian

188
×

Pupuk Indonesia Kelola Data, Tingkatkan Kesuburan Tanah Pertanian

Sebarkan artikel ini
data-kesuburan-tanah,-cara-pupuk-indonesia-jaga-efisiensi-ekosistem
Data Kesuburan Tanah, Cara Pupuk Indonesia Jaga Efisiensi Ekosistem

Jakarta – Pupuk organik dan anorganik memiliki peran penting dan saling melengkapi dalam pertanian. Keduanya tidak perlu dipertentangkan.

Penegasan ini disampaikan Direktur operasi Pupuk Indonesia, Dwi Satriyo Annurogo, Kamis (4/12).

Menurutnya, tanaman membutuhkan asupan dari alam seperti karbon, hidrogen, dan oksigen.

Namun, “makanan” utama tanaman adalah nitrogen, fosfat, dan kalium (NPK) yang terkandung dalam pupuk organik maupun anorganik.

Satriyo menekankan, penggunaan pupuk organik tanpa anorganik dapat menurunkan kualitas produksi tanaman.

“Pupuk organik untuk tanah, pupuk anorganik untuk makanan tanaman. Ini yang harus kita ambil esensinya,” ujarnya.

Pupuk organik berperan memperbaiki struktur tanah, membuatnya lebih gembur, dan meningkatkan kesuburan tanah dalam jangka panjang.

Namun, pupuk organik tidak memberikan dampak langsung pada produktivitas tanaman.

Di sinilah peran pupuk anorganik dibutuhkan untuk mengisi kekurangan tersebut.

Meski demikian, penggunaan pupuk anorganik secara terus-menerus juga dapat menurunkan kesuburan tanah. Hal ini dapat menyebabkan peningkatan dosis pupuk anorganik yang dibutuhkan.

Satriyo mengatakan, Indonesia perlu memaksimalkan penggunaan teknologi dan data terkait pengelolaan lahan pertanian untuk beradaptasi dengan krisis iklim.

Langkah ini penting dalam memberikan pupuk dengan takaran yang tepat.

“Jangan berlebih atau tidak kurang. Nah, ini perlu big data untuk tanah dan komoditi,” katanya.

Pupuk Indonesia memiliki data kesuburan tanah per kecamatan di Jawa, Kalimantan, Sumatera, dan Sulawesi.

Data tersebut mencakup informasi tentang kandungan nitrogen, fosfat, kalium, hingga tingkat keasaman.

Dengan data yang detail hingga tingkat kecamatan, rekomendasi komposisi pupuk untuk setiap jenis tanah dapat lebih optimal.

Pendekatan ini bertujuan menghindari penggunaan pupuk secara berlebihan, yang dapat mengurangi efisiensi produksi secara keseluruhan.

Satriyo mengingatkan, pendekatan lama yang meyakini semakin banyak pupuk, tanah akan semakin subur, sudah tidak sesuai diterapkan.

“Itu ada titik optimalnya, semakin banyak juga akan mencemari tanah, akan boros juga. Akan menjadi faktor yang justru kontraproduktif terhadap pertumbuhan tanaman,” pungkasnya.