Jakarta – Program Pertanian Bulutana Berkelanjutan, Sejahtera dan Mandiri (PKT BERSERI) yang dijalankan PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim), berhasil meraih penghargaan asia Responsible Enterprise Awards (AREA) 2025. Penghargaan ini diberikan atas keberhasilan program dalam memberdayakan masyarakat melalui peningkatan produksi pertanian yang efisien dan ramah lingkungan.
Direktur Utama Pupuk Kaltim, Gusrizal, menjelaskan bahwa program PKT BERSERI berlokasi di Kelurahan Bulutana, Kecamatan Tinggimoncong, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. menurutnya, wilayah dataran tinggi ini memiliki potensi pertanian yang besar, namun juga menghadapi berbagai tantangan. “Program ini adalah representasi komitmen Pupuk Kaltim terhadap pembangunan berkelanjutan, khususnya di sektor pertanian pedesaan, dengan mengedepankan pendekatan holistik yang menyentuh aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan secara terpadu,” ungkap gusrizal dalam keterangannya, selasa (15/7/2025).
Lebih lanjut, Gusrizal menambahkan bahwa program ini fokus pada pemanfaatan limbah ternak dan pertanian untuk diolah menjadi pupuk kompos organik. Selain itu, program ini juga mendorong diversifikasi pendapatan berbasis agribisnis lokal. tercatat, sejak Maret 2024 hingga Februari 2025, program ini berhasil mengolah 34,6 ton limbah kotoran hewan dan lebih dari 1,5 ton limbah pertanian menjadi pupuk organik berkualitas tinggi. Inovasi ini dinilai mampu menurunkan emisi gas rumah kaca dan menekan pembakaran terbuka limbah pertanian secara signifikan.
Sebelum adanya program PKT BERSERI, petani di Bulutana hanya mampu menghasilkan rata-rata 3,8 ton padi per hektare. Namun, setelah penerapan teknologi dan metode pertanian ramah lingkungan, produktivitas meningkat menjadi 6,3 ton per hektare atau naik lebih dari 65 persen.Selain itu,biaya produksi per hektare juga berhasil ditekan hingga 23,8 persen,dari Rp1,7 juta menjadi Rp1,3 juta.
“Selain peningkatan hasil produksi, biaya pertanian pun bisa ditekan signifikan oleh petani berkat pemanfaatan kompos dan pestisida nabati hasil produksi mandiri,” tandas Gusrizal.
Program PKT BERSERI memberikan manfaat langsung kepada 132 petani dari enam kelompok tani aktif di Kelurahan Bulutana. Selain itu, sekitar 200 orang lainnya yang menjadi bagian dari jaringan produksi dan distribusi kompos juga merasakan manfaat tidak langsung dari program ini.”Mengingat program ini turut menciptakan unit usaha baru berbasis masyarakat di bidang produksi pupuk organik, sehingga persoalan sosial terkait kurangnya lapangan kerja di pedesaan turut terselesaikan dengan baik,” imbuhnya.
Penguatan kelembagaan kelompok tani binaan juga menjadi perhatian utama dalam program ini. Para petani mendapatkan pelatihan intensif terkait perencanaan usaha tani, teknik produksi kompos, pemupukan berimbang, hingga pengendalian hama dan manajemen usaha berbasis pertanian.Pendekatan ini diharapkan dapat menjadikan kelompok tani lebih tangguh dan memiliki kapasitas untuk menjalankan usaha secara mandiri.
“Saat ini pengembangan agrowisata di Kelurahan Bulutana sebagai alternatif pendapatan juga mulai dirintis, dengan menjadikan kawasan pertanian sebagai destinasi edukasi lingkungan dan pertanian organik,” tutur Gusrizal.
Gusrizal menjelaskan, PKT BERSERI mempertegas visi Pupuk Kaltim dalam mendorong transformasi sektor pertanian melalui pendekatan inovatif dan inklusif. Program ini tidak hanya menjawab tantangan agrikultur saat ini, tetapi juga merancang masa depan pertanian yang berdaulat dan berkelanjutan.
“Penghargaan AREA tahun ini pun makin memotivasi Pupuk Kaltim untuk terus hadir sebagai agen perubahan, serta berbuat untuk rakyat dalam mendukung asta cita Pemerintah dengan menciptakan perubahan nyata di masyarakat,” pungkas Gusrizal.







