Tutup
EkonomiNewsPolitik

Purbaya: Misbakhun Traktir, Makan Bersama Bantah Isu Retak

197
×

Purbaya: Misbakhun Traktir, Makan Bersama Bantah Isu Retak

Sebarkan artikel ini
tepis-kabar-berseteru,-purbaya:-tadi-saya-ditraktir-pak-misbakhun-makan-di-restoran
Tepis Kabar Berseteru, Purbaya: Tadi Saya Ditraktir Pak Misbakhun Makan di Restoran

Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menepis isu keretakan hubungannya dengan ketua Komisi XI DPR, Mukhamad Misbakhun.

Isu ini beredar setelah Misbakhun meminta Purbaya tidak mengomentari kebijakan kementerian lain.

Purbaya justru mengungkapkan bahwa dirinya baru saja ditraktir makan siang oleh Misbakhun.

“di media-media katanya saya sama Pak Misbakhun ribut, padahal enggak pernah ribut apa-apa. Tadi saya ditraktir Pak Misbakhun (makan) di restoran,” ujar Purbaya di Kementerian Keuangan,Jakarta,Senin (27/10/2025).

Ia menegaskan bahwa keduanya saling mendukung.

Menurut Purbaya, diskusi saat makan siang itu membuktikan dukungan antara Kementerian Keuangan dan Komisi XI DPR dalam kebijakan ekonomi.

Hal ini sekaligus membantah adanya konflik.

“Diskusi aja, gimana bagusnya pemerintah dengan parlemen saling mendukung ke depannya. Yang penting tadi, menghilangkan kesan bahwa Kementerian Keuangan sama Komisi XI berantem,” kata Purbaya.

Purbaya juga memastikan Komisi XI DPR mendukung penuh kunjungannya ke sejumlah Kementerian/Lembaga (K/L).

Tujuannya adalah memonitor serapan anggaran agar sesuai target dan mendongkrak pertumbuhan ekonomi.

“Beliau mendukung malah. Tujuannya adalah supaya serapan anggarannya lebih cepat,” jelasnya.

Misbakhun juga menegaskan bahwa hubungannya dengan Menkeu Purbaya baik-baik saja.

“Tidak terjadi apapun di antara kita, dan Pak Purbaya menyampaikan, Pak, kita ini kan harus menyambungkan hati. Kalau menyambungkan hati itu kan harus saling ketemu,” kata Misbakhun.

“Jadi Pak Purbaya menyampaikan, beliau dalam rangka menjalankan semua tugas-tugasnya Bapak Presiden, maka beliau ingin mendapatkan dukungan,” tambahnya.

Purbaya menargetkan pertumbuhan ekonomi mencapai 5,5 persen di akhir 2025.

Untuk itu, ia mendorong seluruh Kementerian/Lembaga mempercepat realisasi belanja anggaran.