Tutup
Perbankan

Purbaya Pede Defisit APBN Tak Melebar Gara-gara Stimulus Ekonomi

281
×

Purbaya Pede Defisit APBN Tak Melebar Gara-gara Stimulus Ekonomi

Sebarkan artikel ini
purbaya-pede-defisit-apbn-tak-melebar-gara-gara-stimulus-ekonomi
Purbaya Pede Defisit APBN Tak Melebar Gara-gara Stimulus Ekonomi

Jakarta – Pemerintah memastikan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tidak akan membengkak, meskipun stimulus ekonomi digelontorkan tahun ini dan tahun depan.

Keyakinan ini disampaikan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di tengah peluncuran stimulus ekonomi baru oleh Presiden Prabowo Subianto.

Menkeu Purbaya menjelaskan stimulus ekonomi akan memanfaatkan anggaran yang sudah dialokasikan dalam APBN 2025.

“Ini hanya optimalisasi penyerapan anggaran, supaya berdampak bagi perekonomian tanpa mengubah defisit terlalu signifikan,” ujar Purbaya dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/9).

Menurutnya, pemerintah telah menghitung secara cermat kebutuhan anggaran untuk stimulus tersebut.

Purbaya mengungkapkan setiap tahun selalu ada anggaran yang tidak terserap sepenuhnya.Anggaran dari sektor-sektor inilah yang akan dialihkan untuk program stimulus.

Salah satu program stimulus yang membutuhkan anggaran besar adalah bantuan pangan, dengan alokasi Rp7 triliun.

“Sudah ada uangnya kami sediakan. daripada sisa, tinggal tiga bulan lagi, mungkin enggak kepakai, jadi saya pakai ke sana,” jelasnya.

Purbaya berharap stimulus ekonomi ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi. Dengan pertumbuhan yang lebih tinggi, penerimaan pajak juga akan meningkat.

“PDB tumbuh lebih cepat, tax-nya lebih cepat juga, jadi dampaknya ke defisit cenderung netral to positif,” imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan delapan program stimulus ekonomi yang akan dijalankan hingga akhir tahun ini, dengan total anggaran Rp16,23 triliun.

Selain itu, empat kebijakan yang berjalan tahun ini akan dilanjutkan pada 2026, termasuk Program Diskon Iuran JKK dan JKM untuk pekerja bukan penerima upah (BPU), seperti tukang ojek.

Terdapat juga lima program penyerapan tenaga kerja, salah satunya revitalisasi tambak di Pantai Utara (Pantura) Jawa.