Tutup
EkonomiNewsPerdaganganTeknologi

Purbaya Ungkap Uji Coba TradeAI, Pacu Penerimaan Negara

233
×

Purbaya Ungkap Uji Coba TradeAI, Pacu Penerimaan Negara

Sebarkan artikel ini
purbaya-beberkan-uji-coba-tradeai-tambahan-penerimaan-negara-sebesar-rp1,2-miliar
Purbaya Beberkan Uji Coba TradeAI Tambahan Penerimaan Negara Sebesar Rp1,2 Miliar

Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat tambahan penerimaan negara sebesar Rp1,2 miliar dari hasil uji coba aplikasi kecerdasan buatan (AI) TradeAI. Uji coba ini dilakukan terhadap 145 Pemberitahuan Impor Barang (PIB).

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan hal tersebut dalam konferensi pers di Tanjung Priok, Jakarta, Jumat (12/12/2025).

“Dicek di lapangan, kita dapat Rp1,2 miliar tambahan. Jadi lumayan,” kata Purbaya.

Meski menilai hasil ini masih kecil, Purbaya tetap optimistis dengan potensi TradeAI. “Paling nggak, first run sudah menghasilkan pendapatan yang seperti itu. Jadi, proyek ini akan membantu saya ke depan,” ujarnya.

Saat ini, pengembangan TradeAI masih mengandalkan sumber daya manusia (SDM) internal Kemenkeu.

Namun, untuk pengembangan lebih lanjut, Purbaya memperkirakan dibutuhkan investasi sekitar Rp45 miliar.

“Sampai sekarang, kami pakai sumber daya yang ada, hardware dan software yang ada. paling saya bayar gaji yang biasa. Tapi ke depan, untuk mengembangkan lebih dalam lagi, kami perlu investasi sekitar Rp45 miliar,” jelasnya.

Menkeu menyadari bahwa teknologi ini tidak akan sempurna. Namun, AI ini akan terus belajar dari data historis yang diunggah.

Purbaya akan terus memantau kinerja TradeAI untuk memitigasi potensi kesalahan data.

“Paling nggak, perkiraan awal selisihnya berapa. Nanti ketika realisasinya berubah terlalu banyak dari itu, saya bisa langsung cek orang yang memverifikasi, dia kerja benar atau AI-nya yang salah. Jadi ke depan itu arahnya,” tuturnya.

Purbaya optimistis TradeAI dapat mencapai tingkat akurasi mendekati 100 persen pada tahun depan.

TradeAI dikembangkan oleh Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kemenkeu untuk meningkatkan ketepatan analisis impor.

Teknologi ini dirancang untuk mendeteksi dini praktik under-invoicing, over-invoicing, dan potensi pencucian uang berbasis perdagangan. Hal ini diharapkan dapat mencegah potensi kerugian penerimaan negara.

Nantinya, TradeAI akan dikembangkan dengan fitur analisis nilai pabean, klasifikasi barang, verifikasi dokumen, serta diintegrasikan dengan sistem CEISA 4.0.