Tutup
EkonomiPariwisataPerbankan

QRIS Mendunia: China, Korea Selatan Segera Bergabung

142
×

QRIS Mendunia: China, Korea Selatan Segera Bergabung

Sebarkan artikel ini
bi-kejar-qris-bisa-dipakai-di-china-dan-korsel-kuartal-i-2026
BI Kejar QRIS Bisa Dipakai di China dan Korsel Kuartal I 2026

jakarta – Kabar baik bagi para pelancong! Bank Indonesia (BI) menargetkan Speedy Response Code Indonesian Standard (QRIS) dapat digunakan di China dan korea Selatan pada kuartal I 2026.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperluas sistem pembayaran nasional ke level global.

Gubernur BI Perry Warjiyo mengungkapkan, pihaknya tengah mempersiapkan implementasi QRIS antarnegara dengan kedua negara tersebut.

“Penguatan strategi akseptasi digital melalui persiapan implementasi QRIS Antarnegara Indonesia-China dan QRIS Antarnegara Indonesia-korea Selatan sekitar kuartal I 2026,” ujar Perry dalam konferensi pers RDG Januari, Rabu (21/1).

Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta menambahkan, proses finalisasi kerja sama dengan China dan Korea Selatan sudah memasuki tahap akhir.

Implementasi QRIS ini diharapkan mempermudah warga Indonesia yang ingin berlibur ke kedua negara tersebut.

“Dalam waktu dekat, mudah-mudahan sebelum kuartal 1 kita sudah bisa implementasi dengan China dan juga Korea Selatan,” kata Filianingsih.

Selain China dan Korea Selatan, BI juga membuka peluang kerja sama QRIS lintas negara dengan negara lain di Asia.

Saat ini, diskusi intensif tengah dilakukan dengan India.

BI menargetkan peningkatan signifikan dalam transaksi dan jangkauan QRIS, baik di dalam maupun luar negeri.

Filianingsih menyebutkan target 17 miliar transaksi QRIS dan delapan negara mitra untuk layanan lintas batas.

“Kita targetnya 17 miliar transaksi QRIS dan juga 8 negara untuk cross border. Lalu dari sisi supply-nya,45 juta merchant yang menerima QRIS dan juga 60 juta pengguna Chris ini dari sisi demand-nya,” terangnya.

Saat ini, QRIS lintas negara sudah bisa digunakan di Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang.

“Nah kita juga melihat bahwa negara mana saat ini kita sudah Singapura, Thailand, Malaysia dan juga Jepang,” pungkasnya.