Tutup
NewsRegulasi

Rahmat Saleh : Perkuat Diplomasi Parlemen untuk Keadilan Dunia

1478
×

Rahmat Saleh : Perkuat Diplomasi Parlemen untuk Keadilan Dunia

Sebarkan artikel ini

Menurutnya, dunia Islam menghadapi tantangan kompleks, mulai dari ekonomi hingga tekanan politik eksternal dan krisis kemanusiaan.

Prtemuan Organisasi Parlemen Negara-negara Islam (PUIC) di Ruang Paripurna DPR RI, Kamis (15/5). Foto : Istimewa
Prtemuan Organisasi Parlemen Negara-negara Islam (PUIC) di Ruang Paripurna DPR RI, Kamis (15/5). Foto : Istimewa

Jakarta – Anggota Komisi II DPR RI, Rahmat Saleh, menyerukan negara-negara Islam untuk bersatu dan menekan forum internasional agar hak-hak Palestina dipulihkan.

Seruan ini disampaikan dalam pertemuan Organisasi Parlemen Negara-negara Islam (PUIC) di Ruang Paripurna DPR RI, Kamis (15/5).

Pertemuan yang dihadiri 43 negara anggota OKI ini membahas penguatan pemerintahan negara Islam dan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina.

Rahmat menekankan pentingnya solidaritas antar negara Islam, khususnya dalam memperkuat institusi pemerintahan masing-masing.

“Kalau institusi pemerintahannya tidak stabil, bagaimana bisa menyuarakan keadilan global, termasuk untuk Palestina?” tegas Rahmat.

Menurutnya, dunia Islam menghadapi tantangan kompleks, mulai dari ekonomi hingga tekanan politik eksternal dan krisis kemanusiaan.

Penguatan parlemen sebagai alat perjuangan bersama menjadi sangat strategis.

Rahmat juga menyoroti perlunya tindakan konkret dalam mendukung Palestina.

“Sudah terlalu lama kita menyuarakan Palestina tanpa tindakan konkret. Kini saatnya negara-negara Islam bersatu menekan forum internasional agar hak-hak Palestina dipulihkan,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, muncul usulan pembentukan satuan kerja parlemen khusus untuk isu Palestina.

Rahmat mendukung penuh gagasan ini dan menyatakan kesiapan Indonesia untuk berperan aktif.

“Indonesia memiliki tanggung jawab moral dan posisi strategis untuk menjadi pelopor dalam perjuangan ini,” kata Rahmat.

Dia mendorong langkah konkret seperti kerja sama ekonomi, bantuan pendidikan, dan dukungan infrastruktur untuk Palestina. Pertukaran kebijakan dan penguatan diplomasi parlemen antar negara Islam juga dinilai krusial.

“Kekuatan dunia Islam terletak pada kesatuan visi dan keteguhan lembaga-lembaga strategisnya. Kalau kita solid, kita bukan hanya bisa memperkuat negeri sendiri, tapi juga menjadi benteng terakhir bagi keadilan dunia,” pungkas Rahmat.