Bukittinggi – International Minangkabau Literacy Festival (IMLF) ke-4 akan semakin meriah dengan hadirnya Festival Randai Luhak Nan Tigo.
Acara ini dijadwalkan berlangsung di Bukittinggi,Sumatera Barat,pada 3-7 Juni 2026.
Festival ini akan menampilkan pertunjukan randai yang diperankan oleh siswa-siswi SLTA/SMP serta perwakilan dari berbagai nagari.
Ketua IMLF-4, Sastri Bakry, mengungkapkan bahwa festival randai ini merupakan yang pertama kali diadakan setelah tiga kali penyelenggaraan IMLF sebelumnya.
“Kami berharap Festival Randai ini dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi para delegasi untuk menyaksikan kesenian tradisional Minang yang telah disesuaikan dengan perkembangan zaman,” ujarnya.
Moh.Nurzen, Penanggungjawab Festival Randai IMLF-4, menjelaskan bahwa kategori festival randai adalah kontemporer dengan batasan usia peserta minimal 15 tahun.
Setiap grup randai terdiri dari minimal 5 orang dan maksimal 15 orang, berasal dari sekolah SLTA/SLPT atau nagari.
Durasi pertunjukan berkisar antara 10-15 menit dengan tema cerita yang bebas, namun tetap disesuaikan dengan sentuhan kontemporer. Kostum yang digunakan harus orisinal dan sesuai dengan tema yang diangkat.
Musik yang digunakan dapat berupa musik dan dendang tradisional Minangkabau atau musik kontemporer yang relevan.Naskah wajib diserahkan paling lambat pada 30 april 2026 untuk proses kurasi.
Pendaftaran dilakukan secara daring (online) dengan biaya Rp200.000 per grup melalui tautan bit.ly/PendaftaranFestivalRandai4.
Hadiah yang diperebutkan antara lain uang tunai Rp3 juta, trofi, souvenir, dan sertifikat penghargaan untuk pemenang terbaik I. Pemenang terbaik II akan mendapatkan uang tunai Rp2 juta, trofi, dan sertifikat penghargaan, sementara pemenang terbaik III akan menerima uang tunai Rp1 juta, trofi, dan sertifikat penghargaan.







