Tutup
News

Ratusan Ribu Warga RI Pilih Kerja di 7 Negara Ini, Gaji dan Fasilitasnya Bikin Betah

299
×

Ratusan Ribu Warga RI Pilih Kerja di 7 Negara Ini, Gaji dan Fasilitasnya Bikin Betah

Sebarkan artikel ini
ratusan-ribu-warga-ri-pilih-kerja-di-7-negara-ini,-gaji-dan-fasilitasnya-bikin-betah
Ratusan Ribu Warga RI Pilih Kerja di 7 Negara Ini, Gaji dan Fasilitasnya Bikin Betah

Jakarta – Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) menyoroti sejumlah negara yang dinilai paling ideal bagi warga negara Indonesia (WNI) yang ingin mengadu nasib di mancanegara.Pertimbangan utama meliputi sistem perlindungan tenaga kerja yang kuat, kemudahan adaptasi budaya, serta keberadaan komunitas pekerja Indonesia yang mapan.

Setiap tahunnya, ribuan WNI berbondong-bondong mencari peluang kerja di luar negeri dengan harapan meningkatkan taraf hidup dan memperluas pengalaman. Berikut adalah tujuh negara yang menjadi tujuan favorit, berdasarkan data BP2MI dan berbagai sumber lainnya.

Hong Kong masih menjadi negara tujuan kerja paling diminati oleh WNI. Pada tahun 2024, tercatat lebih dari 99 ribu pekerja migran Indonesia ditempatkan di wilayah ini.Sebagian besar dari mereka bekerja sebagai pekerja rumah tangga dan perawat lansia. Sistem hukum dan perlindungan tenaga kerja di Hong Kong dinilai cukup baik. Pemerintah setempat mewajibkan adanya kontrak kerja resmi,asuransi kesehatan,dan hari libur wajib setiap minggu. Selain itu, komunitas pekerja Indonesia di sana sudah sangat besar dan solid, sehingga memudahkan adaptasi dan dukungan sosial.Taiwan menempati urutan kedua dalam jumlah penempatan pekerja migran Indonesia. Pada tahun 2024, lebih dari 84.500 WNI bekerja di Taiwan, terutama di sektor caregiving dan manufaktur. Pemerintah Taiwan menyediakan layanan hotline dalam Bahasa Indonesia, pelatihan bahasa mandarin, serta asosiasi pekerja asing yang siap memberikan bantuan hukum. Taiwan juga dikenal dengan perlakuan yang manusiawi terhadap tenaga asing, menjadikannya salah satu tempat kerja yang ideal.

Malaysia, sebagai negara tetangga terdekat, tetap menjadi salah satu destinasi populer bagi WNI yang ingin bekerja di luar negeri. Pada tahun 2024, lebih dari 51.700 pekerja migran Indonesia tercatat bekerja di Malaysia, terutama di sektor perkebunan, konstruksi, dan rumah tangga. Kemiripan budaya dan bahasa membuat proses adaptasi lebih mudah. selain itu, biaya hidup yang relatif rendah serta kemudahan akses pulang kampung menjadi nilai tambah tersendiri bagi para pekerja Indonesia.

Singapura dikenal sebagai negara maju yang sangat terorganisir, termasuk dalam hal ketenagakerjaan. Meskipun jumlah pekerja migran asal Indonesia tidak sebanyak Hong Kong atau Taiwan, Singapura tetap menjadi favorit bagi WNI, terutama yang mencari kerja di sektor formal atau profesional. Gaji tinggi,lingkungan kerja yang profesional,serta sistem transportasi dan fasilitas publik yang modern menjadikan singapura sebagai tempat kerja yang menjanjikan. Letaknya yang dekat juga membuatnya mudah dijangkau kapan saja.

Jepang menawarkan banyak program pemagangan dan kerja profesional bagi WNI. Sekitar 12.000 pekerja Indonesia ditempatkan di Jepang pada tahun 2024,terutama di sektor perawatan lansia,manufaktur,dan konstruksi. Jepang dikenal memiliki sistem kerja yang disiplin, fasilitas kerja yang lengkap, serta pelatihan keterampilan yang intensif. Selain itu, peluang untuk memperoleh kontrak jangka panjang terbuka lebar, terutama bagi pekerja yang menunjukkan kinerja baik.

Korea Selatan menjadi tujuan menarik lainnya dengan gaji rata-rata pekerja migran mencapai US$1.000 per bulan. Pada tahun 2024,sekitar 10.000 WNI bekerja di Korea Selatan di berbagai sektor, termasuk manufaktur, perikanan, dan konstruksi. sistem perizinan kerja juga mengalami peningkatan, di mana durasi kontrak kerja bisa diperpanjang hingga lima tahun. Ini memberikan kepastian dan stabilitas bagi pekerja migran yang ingin tinggal lebih lama di negara ini.

Arab Saudi, meskipun sempat mengalami penurunan minat, tetap menjadi tujuan tradisional bagi pekerja migran Indonesia, terutama di sektor domestik dan keagamaan. Hubungan historis dan budaya Islam yang kuat menjadi alasan utama Arab Saudi tetap dipilih. Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi telah memperbaiki sistem penempatan tenaga kerja untuk meningkatkan perlindungan dan hak pekerja. Kesempatan kerja di sektor formal seperti rumah sakit dan konstruksi juga mulai terbuka luas bagi WNI.

BP2MI mengimbau agar WNI yang berencana bekerja di luar negeri mempertimbangkan faktor-faktor seperti gaji, perlindungan hukum, kemudahan komunikasi, serta keberadaan komunitas Indonesia. “Pastikan pula untuk bekerja melalui jalur resmi agar mendapatkan hak dan perlindungan yang layak sebagai pekerja migran,” ujar salah satu perwakilan BP2MI pada Jumat (27/6/2025).