Jakarta – Momen libur Natal bukan hanya soal kumpul keluarga dan tukar hadiah, tapi juga potensi cuan di pasar saham. Investor bisa memanfaatkan fenomena “Santa Claus Rally” untuk memperkuat portofolio.
Santa Claus Rally adalah pola musiman di mana pasar saham cenderung menguat menjelang akhir tahun. Hal ini didorong oleh peningkatan belanja konsumen dan sentimen positif liburan.
Meski begitu, reli Natal bukanlah jaminan. Faktor eksternal seperti krisis global atau konflik geopolitik bisa mempengaruhi pasar. Namun, sektor dan saham tertentu seringkali mencatat kinerja unggul selama periode ini.
Jadwal Buka Tutup Bursa Saham Saat Natal:
* 22 Desember: Jam perdagangan normal
* 23–25 Desember: Bursa tutup
* 26 Desember: Buka di AS, tutup di Kanada
* 29 Desember: Jam perdagangan normal
* 30–31 Desember & 1 Januari: Bursa tutup
* 2 Januari: Bursa AS dan Kanada kembali normal
Sektor yang Diunggulkan Saat Natal
Sektor ritel dan e-commerce menjadi tulang punggung utama. Jutaan orang berbelanja hadiah, dekorasi, dan kebutuhan pribadi, baik di toko fisik maupun online.
Sektor teknologi juga menjadi favorit, dengan gadget terbaru, konsol game, dan perangkat elektronik yang selalu masuk daftar hadiah impian.
Pilihan Saham Natal yang Potensial
* Walmart (NYSE: WMT): Selalu menikmati lonjakan penjualan saat Natal karena banyaknya konsumen yang berbelanja kebutuhan rumah tangga.
* Costco (NASDAQ: COST): Menjadi tujuan favorit untuk belanja kebutuhan Natal dalam jumlah besar dan promo musiman elektronik.
* Amazon (NASDAQ: AMZN): Mencetak rekor penjualan saat Black Friday dan Cyber Monday, berupaya mempertahankan momentum hingga Natal.
* Alibaba (NYSE: BABA): Pesaing utama Amazon di luar AS, opsi saham Natal dengan valuasi diskon sambil menunggu pemulihan ekonomi China.
Penting untuk diingat bahwa peluang investasi selalu datang bersama risiko. Strategi yang matang dan riset yang cermat dapat membantu investor memanfaatkan momentum liburan untuk memperkuat portofolio.







