Tutup
News

Rektor ITB Kunjungi Mahasiswa Sumbar yang Lolos SNBP

312
×

Rektor ITB Kunjungi Mahasiswa Sumbar yang Lolos SNBP

Sebarkan artikel ini
rektor-itb-kunjungi-3-mahasiswa-berprestasi-sumbar-yang-lolos-snbp
Rektor ITB Kunjungi 3 Mahasiswa Berprestasi Sumbar yang Lolos SNBP

Padang – Institut Teknologi Bandung (ITB) memberikan dukungan penuh kepada tiga calon mahasiswa baru asal Sumatera Barat yang berhasil lolos melalui jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP).Dukungan ini diwujudkan melalui kunjungan langsung Rektor ITB, Tatacipta Dirgantara, ke kediaman masing-masing mahasiswa.

Ketiga mahasiswa berprestasi tersebut adalah Nauli Al Ghifari (18), Devit Febriansyah (18), dan Deka Fakira Berna. Nauli dan Devit merupakan alumni SMAN 1 Bukittinggi, sementara Deka berasal dari SMAN 1 Padang. Keberhasilan mereka menembus ITB menjadi kebanggaan tersendiri, terutama mengingat kondisi ekonomi keluarga yang kurang mampu.

Nauli Al Ghifari, yang diterima di Fakultas Teknik Pertambangan dan perminyakan (FTTM) ITB, berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi yang terbatas. Ayahnya, Pananuhon, berprofesi sebagai pedagang pakaian bekas di Pasar Atas Bukittinggi dengan omzet tahunan sekitar Rp8 juta dan tabungan keluarga yang hanya Rp1,5 juta.

Devit Febriansyah, yang diterima di Sekolah Teknik Elektro dan Informatika (STEI-ITB), menjadi satu-satunya siswa dari Kecamatan Malala yang berhasil lolos SNBP tahun ini. Orang tuanya, Julimar dan Doni Afrijal, bekerja sebagai kuli angkut kayu manis dengan penghasilan harian yang tidak tetap. Solidaritas warga setempat ditunjukkan dengan mengumpulkan dana sukarela untuk membantu biaya keberangkatan Devit ke bandung.

Deka Fakira Berna, yang diterima di Fakultas Teknik mesin dan dirgantara (FTMD) ITB, melengkapi daftar mahasiswa berprestasi asal Sumbar. Ketiganya juga mendapatkan beasiswa KIP-Kuliah dari pemerintah, yang sebelumnya dikenal sebagai Bidikmisi.

Dalam kunjungannya, tatacipta Dirgantara didampingi oleh sejumlah dosen ITB, termasuk imam Santoso, Sophi Damayanti, dan N. Nurlaela Arief, serta perwakilan dari PT Paragon Technology and Innovation, Zahra Shofia Hanin.PT paragon memberikan bantuan berupa laptop dan dana Rp5 juta kepada Nauli dan Devit untuk biaya transportasi ke Bandung. Tatacipta Dirgantara mengaku terharu dengan semangat juang ketiga calon mahasiswa tersebut. Ia berpesan, “Di kampus nanti, kalian akan bertemu banyak mahasiswa hebat. Harus tetap berusaha yang terbaik dan jangan putus asa.”

Kisah Nauli, Devit, dan Deka menjadi inspirasi bagi generasi muda indonesia. Dukungan dari berbagai pihak, termasuk keluarga, masyarakat, ITB, pemerintah, dan dunia industri, menunjukkan bahwa impian dapat terwujud melalui kerja keras dan kolaborasi. Program KIP-Kuliah menjadi solusi strategis untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi anak-anak berprestasi dari keluarga kurang mampu. Inisiatif kunjungan ITB ini memperkuat komitmen dalam merangkul mahasiswa berprestasi dari seluruh Indonesia. Prestasi ketiga mahasiswa ini diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berjuang meraih cita-cita.