Bukittinggi – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi kini resmi menyandang status sebagai Rumah Sakit Kelas A, sebuah peningkatan yang diharapkan dapat mendongkrak kualitas pelayanan medis, pendidikan, serta riset kesehatan. peresmian status baru ini berlangsung di halaman rumah sakit pada Rabu (25/06/2025).
Kementerian kesehatan Republik Indonesia memberikan klasifikasi tertinggi dalam sistem rumah sakit nasional ini berdasarkan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Nomor: 20042200210390003, yang telah ditetapkan sejak 19 Juni 2025.
Menurut Direktur RSUD Dr. Achmad Mochtar Bukittinggi, Busril, rumah sakit tersebut telah beroperasi sebagai rumah sakit Kelas B selama 42 tahun. “Jadi, RSAM Bukittinggi sudah 42 tahun menjadi Tipe B. Alhamdulillah, hari ini RSAM Bukittinggi menjadi kelas A atau tipe A,” ungkapnya.Ia juga menyampaikan bahwa pencapaian ini merupakan hasil kolaborasi dan kerja keras seluruh elemen RSAM serta dukungan dari berbagai pihak.
Busril juga menyoroti bahwa standarisasi alat, sarana prasarana, dan sumber daya manusia menjadi poin utama dari peningkatan status ini. RSAM Bukittinggi memiliki layanan unit Hemodialisa untuk pasien gagal ginjal kronis dan layanan Radioterapi untuk penanganan kanker, yang saat ini melayani 60 pasien sehari dengan target 80 pasien. “Yang menjadi poin utama atau poin penting dari RSAM bukittinggi menjadi kelas A adalah standarisasi alat, sarana prasarana dan Sumber Daya manusia,” jelasnya.
lebih lanjut, Busril berharap agar kualitas layanan dan fasilitas di RSAM terus ditingkatkan hingga mencapai standar internasional. “Mari kita jadikan pencapaian ini sebagai semangat baru untuk tumbuh, melayani dengan hati dan menghadirkan harapan bagi setiap pasien yang datang,” pungkasnya.
Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi, menyampaikan apresiasi atas pencapaian status Kelas A RSAM Bukittinggi, yang awalnya ditargetkan pada tahun 2026. “Saya sangat mengapresiasi kinerja Direktur RSAM, seluruh tenaga medis, dan staf operasional,” ujarnya. Ia juga menekankan pentingnya integritas dan tanggung jawab dalam pelayanan kesehatan.
Mahyeldi juga mendorong pemanfaatan program bantuan seperti BAZNAS atau CSR perusahaan untuk mendukung pelayanan bagi pasien kurang mampu. Dalam kesempatan tersebut, Bank Nagari menyerahkan bantuan CSR berupa mobil baru kepada RSUD Dr. achmad Mochtar. Busril menyampaikan ucapan terima kasih atas bantuan tersebut. Acara peresmian tersebut dihadiri oleh Wali kota Bukittinggi, Ramlan Nurmatias, bupati Agam, Benny Warlis, Anggota DPRD Sumbar, Yesi Endriani Ramlan, Kepala Cabang Bank Nagari Bukittinggi, Henry Suhairi, serta jajaran kepala OPD di lingkungan Pemerintah provinsi Sumbar dan Kota Bukittinggi. Status Tipe A ini berlaku untuk periode 2025 hingga 2030 mendatang.







