Tutup
EkonomiEnergiNews

RI Gelontorkan Rp257 Triliun, Impor Minyak AS Meningkat Desember

228
×

RI Gelontorkan Rp257 Triliun, Impor Minyak AS Meningkat Desember

Sebarkan artikel ini
ri-mulai-impor-minyak-as-senilai-rp257-t-pada-desember
RI Mulai Impor Minyak AS Senilai Rp257 T pada Desember

Jakarta – Pemerintah Indonesia memastikan impor minyak dari Amerika Serikat (AS) akan dimulai pada Desember 2025.

Kepastian ini menjadi bagian dari upaya mempererat kerja sama energi antara kedua negara.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan, realisasi impor minyak dari AS akan segera terwujud.

“Kemudian minyak kemungkinan besar di Desember ini sudah ada yang bisa start,” ujar Bahlil di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2025).

Sebelumnya, impor Liquefied Petroleum Gas (LPG) dari AS telah lebih dulu berjalan.

Meski demikian, Bahlil belum memberikan detail mengenai skema impor yang akan digunakan.

Opsi impor langsung oleh PT Pertamina (Persero) tanpa melalui proses lelang sempat menjadi pembahasan.

“Nanti kita akan lihat skemanya,” imbuhnya.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto sebelumnya mengungkapkan, Indonesia akan membeli 15 juta barel of oil equivalent (BOE) dari AS tanpa lelang.

Penugasan impor migas ini akan diberikan kepada Pertamina.

“Itu nanti penugasannya salah satunya ke Pertamina,” kata airlangga, Senin (17/11/2025).

Nilai pembelian migas ini diperkirakan mencapai US$15,5 miliar atau sekitar Rp257,3 triliun (kurs Rp 16.600 per dolar AS).

Angka ini tercantum dalam negosiasi tarif Indonesia dengan AS.

Airlangga memastikan akan ada aturan turunan berupa Peraturan Pemerintah (PP) untuk skema pembelian tanpa lelang, termasuk untuk pembelian komersial migas dari AS.

Sementara itu, pembelian LPG disebut sebagai inisiatif pihak swasta.

“Ya itu artinya dibuka juga kepada pihak lain yang rencana membeli energi dari Amerika,” tegasnya.

Airlangga menargetkan perjanjian tarif dengan AS dapat diteken sebelum akhir tahun ini.

“Tahun ini masih sampai Desember,” pungkasnya.

Impor migas dalam skala besar ini menjadi babak baru dalam kerja sama energi Indonesia-AS, sekaligus memengaruhi kebijakan suplai energi nasional.