Tutup
News

Rupiah Fluktuatif, BI Pangkas Suku Bunga, Lalu Menguat

292
×

Rupiah Fluktuatif, BI Pangkas Suku Bunga, Lalu Menguat

Sebarkan artikel ini
bi-rate-dipangkas,-rupiah-dibuka-melemah-imbas-tarif-trump-19-persen
BI Rate Dipangkas, Rupiah Dibuka Melemah Imbas Tarif Trump 19 Persen

Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, nilai tukar Rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif terhadap Dolar AS pada perdagangan hari ini, namun diperkirakan akan ditutup menguat. Sentimen dari dalam dan luar negeri menjadi kunci pergerakan mata uang Garuda.

Data dari Jakarta Interbank Spot Dollar rate (Jisdor) menunjukkan,pada Rabu (16/7/2025),Rupiah berada di level Rp 16.288 per Dolar AS. Posisi ini melemah 7 poin dibandingkan posisi sebelumnya pada Selasa (15/7/2025) yang berada di level Rp 16.281.

Pada perdagangan pasar spot Kamis (17/7/2025) pukul 09.35 WIB, Rupiah diperdagangkan di level Rp 16.323 per Dolar AS. Angka ini menunjukkan pelemahan sebesar 36 poin atau 0,23 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.287 per Dolar AS.

Pengamat Pasar Uang, Ibrahim, menyoroti dampak kebijakan tarif resiprokal Presiden AS, Donald Trump, terhadap mitra dagang utama, termasuk Indonesia, yang memicu ketidakpastian ekonomi global. “Indonesia masih terkena tarif impor yang cukup besar, mencapai 19 persen, meskipun sebelumnya 32 persen,” ujar Ibrahim.

Bank Indonesia (BI) merespons ketidakpastian ekonomi global dengan kembali memangkas suku bunga acuan atau BI rate sebesar 25 bps menjadi 5,25 persen pada Juli 2025. Suku bunga Deposit facility juga turun menjadi 4,5 persen, dan suku bunga Lending Facility menjadi 6,0 persen.

Pemangkasan suku bunga ini merupakan yang ketiga kalinya pada tahun 2025.Sebelumnya, BI juga telah memangkas suku bunga sebesar 25 bps pada bulan Mei.Langkah ini sejalan dengan tren inflasi yang semakin rendah pada tahun 2025 dan 2026, yang ditargetkan pada 2,5 persen +/- minus 1 persen, serta upaya menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mendorong pertumbuhan ekonomi.

BI akan terus memantau ruang penurunan suku bunga untuk mendorong pertumbuhan ekonomi,sambil tetap menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah dan mencapai sasaran inflasi sesuai dengan dinamika global dan domestik. Ibrahim menambahkan, “Mata uang Rupiah fluktuatif namun ditutup menguat di rentang rp 16.230 – Rp 16.290.”