Tutup
EkonomiInvestasiPerbankan

Rupiah Melemah, Geopolitik Mendorong Investor Buru Dolar AS

187
×

Rupiah Melemah, Geopolitik Mendorong Investor Buru Dolar AS

Sebarkan artikel ini
proyeksi-kurs-rupiah-2026,-bakal-tembus-rp17-ribu-per-dolar-as?
Proyeksi Kurs Rupiah 2026, Bakal Tembus Rp17 Ribu per Dolar AS?

Jakarta – Sejumlah analis memprediksi nilai tukar rupiah berpotensi melemah di tahun 2026. Bahkan, rupiah diperkirakan dapat menembus level Rp17.000 per dolar AS.

Pengamat pasar uang dan komoditas, Ibrahim Assuaibi, mengungkapkan pelemahan rupiah ini dipicu oleh masalah geopolitik yang masih berlanjut, terutama di kawasan Timur Tengah.

Kondisi ini mendorong investor global menarik dana dari negara berkembang seperti Indonesia. Mereka memilih memindahkan dana ke aset yang dianggap lebih aman, seperti dolar AS dan emas.

Menurut Ibrahim, konflik geopolitik juga akan berdampak pada pelemahan ekonomi global.

“Karena kondisi ekonomi global tidak baik-baik saja pasti akan berdampak juga ke mata uang rupiah. Karena pasti akan menghambat juga masalah ekspor impor. Kemudian banyak juga perusahaan-perusahaan yang tutup akibat investasi yang kemudian mandek,” ujarnya.

“investasi mandek pasti membuat daya beli turun. Daya beli masyarakat turun yang terjadi nilai rupiah akan terus melemah,” imbuhnya.

Ibrahim menilai sentimen global akan sangat memengaruhi pergerakan rupiah di tahun depan. Jika kondisi global tidak stabil, ia memperkirakan rupiah bisa menembus Rp17.000 per dolar AS.

“Rupiah saya anggap kalau di atas Rp17 ribu (per dolar AS) adalah hal yang wajar,” tegasnya.

Senada dengan Ibrahim, analis Doo Financial Futures, Lukman Leong, juga memprediksi rupiah akan melemah tahun depan. Hal ini dipengaruhi oleh prospek pemangkasan suku bunga oleh The Fed yang semakin menurun.

Selain itu, kebijakan pelonggaran oleh Bank Indonesia (BI) dan pemerintah dinilai dapat mengurangi daya tarik rupiah.

“Kebijakan pelonggaran pemerintah meningkatkan likuiditas, dan pemangkasan suku bunga, keduanya secara prinsip memang menekan mata uang bersangkutan. Suku bunga yang lebih rendah tentunya membuat menjadi lebih kurang menarik,” jelas Lukman.

lukman menambahkan, rupiah akan semakin tertekan jika tensi geopolitik di sekitar Laut Karibia dan Laut China Selatan meningkat.

Berdasarkan faktor-faktor tersebut, ia memperkirakan rupiah akan bergerak di rentang Rp16.300 – Rp17.300 per dolar AS pada tahun depan.

Sebagai informasi, pemerintah mengasumsikan kurs rupiah sebesar Rp16.500 per dolar AS dalam APBN 2026. Nilai tukar ini lebih lemah dibandingkan asumsi APBN 2025 yang sebesar Rp16.000 per dolar AS.

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, sebelumnya telah berkomitmen untuk menjaga stabilitas rupiah sesuai dengan nilai fundamentalnya.

“Kami akan bawa nilai tukar secara rata-rata sekitar Rp 16.500 per dolar AS, bahkan Rp 16.400 per dolar AS tahun depan. Kami akan jaga stabilitas rupiah,” ujar Perry.