Tutup
EkonomiNewsPerdagangan

Rupiah Melemah, Inflasi Jakarta Bayangi Pergerakan Kurs

218
×

Rupiah Melemah, Inflasi Jakarta Bayangi Pergerakan Kurs

Sebarkan artikel ini
rupiah-melemah-dipengaruhi-krisis-venezuela-dan-laporan-inflasi-di-jakarta
Rupiah Melemah Dipengaruhi Krisis Venezuela dan Laporan Inflasi di Jakarta

Jakarta – Rupiah diprediksi masih akan bergejolak terhadap dolar AS. Mata uang Garuda terpantau melemah dalam perdagangan hari ini.

Data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI) mencatat, kurs rupiah berada di level Rp 16.762 per dolar AS pada selasa, 6 Januari 2026.

Angka ini menunjukkan pelemahan 14 poin dibandingkan posisi sebelumnya, Rp 16.748 pada senin, 5 Januari 2026.

Di pasar spot, pada Rabu, 7 Januari 2026 pukul 09.01 WIB, rupiah diperdagangkan di Rp 16.761 per dolar AS.

Nilai ini melemah 3 poin atau 0,02 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 16.758 per dolar AS.

Sementara itu, Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta mencatat inflasi di Jakarta sepanjang 2025 terkendali di angka 2,63 persen.

“Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang rp 16.750 – Rp 16.780,” ujar pengamat ekonomi dan pasar uang.

Angka inflasi ini masih dalam target 2,5 +/- 1 persen.

Sektor makanan,minuman,dan tembakau masih menjadi penyumbang utama inflasi.

Inflasi year-on-year (yoy) terjadi karena kenaikan harga komoditas.

Hal ini ditunjukkan oleh kenaikan indeks harga sejumlah kelompok pengeluaran.

Indeks Harga Konsumen (IHK) naik dari 105,69 pada Desember 2024 menjadi 108,47 pada Desember 2025.

Kenaikan harga komoditas memicu inflasi tahunan.

Kelompok makanan, minuman, dan tembakau naik 3,67 persen.

Kelompok pakaian dan alas kaki naik 0,56 persen.

Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga naik 3,22 persen.

Kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga naik 0,47 persen.

Kelompok kesehatan naik 2,08 persen.

Kelompok transportasi naik 0,71 persen.

Kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya naik 0,88 persen.

Kelompok pendidikan naik 2,16 persen.

Kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran naik 0,83 persen.

Kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya naik 11,89 persen.

Pergantian tahun ajaran pendidikan, perayaan Hari Besar Keagamaan Nasional (HKBN), dan kenaikan harga emas perhiasan seiring harga emas global juga memengaruhi inflasi Jakarta sepanjang 2025.