Tutup
Regulasi

Saham SINI Menguat: Anak CUAN Borong, Peluang Investasi?

191
×

Saham SINI Menguat: Anak CUAN Borong, Peluang Investasi?

Sebarkan artikel ini

Jakarta – Saham PT Singaraja Putra Tbk (SINI) menunjukkan performa positif di awal tahun 2026, berbanding terbalik dengan saham PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN).

Pada perdagangan Jumat (2/1/2026), harga saham SINI melonjak 4,14% ke level Rp 15.100 per saham. Kenaikan ini melanjutkan tren positif yang terjadi sepanjang tahun 2025, dengan total kenaikan mencapai 202%.

Sementara itu, saham CUAN justru mengalami penurunan sebesar 2,14% menjadi Rp 2.290 per saham. Meskipun demikian, secara tahunan, saham CUAN masih mencatatkan penguatan sebesar 90,83%.

Perbedaan pergerakan harga saham ini terjadi di tengah aksi korporasi yang melibatkan keduanya. Anak usaha CUAN, PT Kreasi Jaya Persada, diketahui melakukan pembelian saham SINI dari pemegang saham publik pada 30 Desember 2025.

Menariknya, harga pembelian saham SINI oleh anak usaha CUAN tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasar sekunder.

Direktur Utama SINI, Amir Antolis, menjelaskan bahwa pembelian saham ini bukan berasal dari divestasi pemegang saham pengendali SINI.

“Kami sampaikan tanggapan perusahaan di awal Desember 2025 terkait belum adanya rencana pengambilalihan saham SINI sudah sesuai dengan kondisi saat itu,” ujar Amir dalam keterbukaan informasi di BEI.

Ia menambahkan bahwa pembelian saham oleh PT Kreasi Jasa Persada dilakukan pada 24 Desember 2025 dan dibeli dari pemegang saham publik, bukan dari pengambilalihan saham milik pemegang saham pengendali SINI.

Per 24 Desember 2025, anak usaha CUAN mengantongi 19,74% saham SINI, setara dengan 94,94 juta lembar saham, dengan harga rata-rata Rp 4.888 per saham. Nilai transaksi ini mencapai Rp 464,07 miliar.

Terkait selisih harga pembelian di bawah harga pasar, Amir menyatakan bahwa perusahaan tidak dapat menjelaskannya karena hal tersebut merupakan kesepakatan antara pembeli dan penjual, serta tidak berhubungan langsung dengan perusahaan maupun pemegang saham pengendali SINI.

Dengan adanya transaksi ini, komposisi kepemilikan saham SINI saat ini adalah:

* PT Autum Prima Indonesia 30%
* Batubara Development Pte. Ltd 16,22%
* Hapsoro 9%
* Kreasi Jasa Persada (KJP) 19,74%
* Masyarakat 25,04%

Sebelumnya, komposisi pemegang saham SINI adalah:

* PT Autum Prima Indonesia 30%
* Batubara Development Pte. Ltd 16,22%
* Hapsoro 9%
* Masyarakat 44,78%

Amir menambahkan bahwa manajemen SINI belum mengetahui transaksi lanjutan setelah aksi korporasi ini. Proses negosiasi masih berjalan, mencakup pembahasan mengenai mekanisme pengambilalihan, jumlah saham, harga, dan waktu penyelesaian transaksi.

Rencana pengambilalihan tersebut akan tunduk pada hasil negosiasi, penandatanganan perjanjian definitif, serta pemenuhan seluruh persyaratan dan persetujuan yang diperlukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Perusahaan menyampaikan keterbukaan informasi lebih lanjut apabila terdapat perkembangan material sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, termasuk ketentuan di bidang pasar modal,” pungkas Amir.