Tutup
NewsPendidikanPolitik

Saleh Dorong Pemuda Minang Aktif Bangun Negeri

190
×

Saleh Dorong Pemuda Minang Aktif Bangun Negeri

Sebarkan artikel ini
momentum-sumpah-pemuda,-rahmat-saleh-ingatkan-peran-generasi-muda-minang
Momentum Sumpah Pemuda, Rahmat Saleh Ingatkan Peran Generasi Muda Minang

Jakarta – Anggota Komisi IV DPRD RI, Rahmat Saleh, mengajak generasi muda Minangkabau untuk menjadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum refleksi nasional.

Menurutnya, peringatan Sumpah Pemuda ke-97 yang jatuh setiap 28 Oktober, jangan hanya menjadi seremoni tahunan.”momentum bersejarah ini harus dihidupkan melalui tindakan nyata,” tegas Rahmat, Selasa (28/10/2025).

Rahmat menilai Sumatera Barat memiliki peran penting dalam sejarah pergerakan nasional.

“Dari tanah Minangkabau lahir banyak tokoh yang mempelopori semangat persatuan bangsa, salah satunya Mohammad Yamin,” ujarnya.

Ia menambahkan, pemuda sumatera Barat harus tahu bahwa ide besar tentang persatuan bangsa lahir dari daerah mereka.”Kalau dulu Mohammad Yamin mempersatukan gagasan melalui bahasa dan budaya, sekarang anak muda minang harus mempersatukan bangsa lewat karya dan kontribusi,” kata Rahmat.

Warisan sejarah ini, lanjutnya, bukan hanya kebanggaan, tetapi juga tanggung jawab moral bagi pemuda Minangkabau.

Semangat Sumpah Pemuda, satu tanah air, satu bangsa, satu bahasa, dinilai masih sangat relevan dalam menghadapi kondisi sosial saat ini.

“kita hidup di era di mana perbedaan sering kali dibenturkan. Padahal inti dari Sumpah Pemuda adalah menyatukan keragaman,” jelasnya.Rahmat menyoroti dilema yang dihadapi generasi muda, terutama di daerah, antara mempertahankan identitas lokal dan menyesuaikan diri dengan tuntutan nasional.

“Kalau kita terus melihat identitas daerah sebagai tembok, maka kita kehilangan semangat satu bangsa. Pemuda Minang harus berani beradaptasi tanpa kehilangan akar budaya,” tegasnya.

Sebagai anggota legislatif,Rahmat mendorong agar nilai-nilai Sumpah Pemuda diintegrasikan lebih kuat dalam sistem pendidikan dan kehidupan sosial masyarakat Sumatera Barat.

Ia mengusulkan adanya program lintas daerah bagi pemuda untuk memperkuat persaudaraan dan pertukaran gagasan antarwilayah.

“Kalau anak muda dari Padang bisa berdiskusi dengan anak muda dari Papua atau Maluku, di situ rasa kebangsaan itu tumbuh,” ujarnya.

Rahmat menilai, pemuda Sumatera Barat memiliki potensi besar menjadi penggerak perubahan, terutama melalui ekonomi kreatif berbasis budaya.

“kita punya identitas yang kuat, punya cerita yang khas. Sekarang tinggal bagaimana mengubah itu jadi karya dan peluang,” pungkasnya.