Tutup
InvestasiPerbankan

Sandwich Generation: Strategi Cerdas Kumpulkan Dana Darurat Keluarga

173
×

Sandwich Generation: Strategi Cerdas Kumpulkan Dana Darurat Keluarga

Sebarkan artikel ini
tips-siapkan-dana-darurat-bagi-sandwich-generation-bergaji-pas-pasan
Tips Siapkan Dana Darurat Bagi Sandwich Generation Bergaji Pas-pasan

Jakarta – Generasi sandwich, kelompok yang menanggung biaya hidup dua generasi sekaligus, seringkali kesulitan menyiapkan dana darurat. Padahal, dana ini krusial untuk menghadapi kejadian tak terduga.

Perencana Keuangan Finansialku, Luna Mantyasih Makarti, menekankan pentingnya dana darurat bagi generasi sandwich. Mereka sangat rentan terhadap kejadian tak terduga, seperti orang tua sakit atau kebutuhan mendadak anak.

“Jika ada kebutuhan mendesak, apalagi sampai kehilangan pekerjaan, tanpa dana darurat mereka akan lebih mudah terjebak utang atau menguras tabungan penting lainnya,” ujarnya.

Senada, perencana keuangan dari Advisor Alliance Group (AAG), dandy, mengatakan risiko finansial yang dihadapi generasi sandwich tidak hanya berdampak pada diri sendiri, tetapi juga pada orang lain yang bergantung padanya.

Lantas, bagaimana cara menyiapkan dana darurat bagi generasi sandwich? Berikut tipsnya:

1. Mulai dari Target Kecil

Luna menyarankan untuk memulai dari target kecil, misalnya satu kali pengeluaran bulanan. Kemudian, secara bertahap tingkatkan hingga tiga kali pengeluaran bulanan, lalu enam bulan, hingga mencapai target ideal 12 bulan pengeluaran.

Dandy juga menyarankan dana darurat bisa disiapkan sebesar tiga sampai enam kali pengeluaran bulanan.

2. Sisihkan 10 Persen Gaji

Dandy menyarankan untuk melakukan budgeting di awal bulan dan menyisihkan setidaknya 10 persen dari gaji untuk dana darurat. Jika belum bisa, tidak masalah jika baru 5 persen.

“Yang penting habit-nya sudah mulai dibangun sampai ketika keuangan sudah stabil dan budgeting sudah disiplin naikkan ke 10 persen,” kata Dandy.

Ia menyarankan untuk menggunakan persentase, bukan nominal, karena jika gaji naik, nominalnya juga akan naik.

3. Pisahkan Rekening

Luna menyarankan untuk memisahkan rekening dana darurat dari rekening harian. Gunakan metode transfer otomatis setiap gajian.

“Transfer di awal sesaat setelah gajian, prinsipnya adalah ‘sisihkan dulu, baru belanjakan’, bukan disisakan,” katanya.

4. Tempatkan di Instrumen Likuid

Dandy menyarankan untuk menempatkan dana darurat di instrumen likuid yang bisa ditarik kapanpun dan dimanapun. Dana darurat bukan untuk investasi atau mencari untung, tetapi harus selalu siap sedia untuk ditarik karena keadaan darurat bisa terjadi kapan saja.

Salah satu opsinya adalah memanfaatkan bank digital yang memberikan bunga lebih besar dari bank konvensional.

“Paling mentok di reksadana pasar uang, namun maksimal setengah dari dana darurat karena perlu waktu untuk ditarik,” katanya.

Luna juga menyarankan dana darurat ditempatkan di instrumen yang aman, likuid, dan mudah diakses. Misalnya, disimpan di tabungan khusus di bank yang mudah diambil, tetapi tidak tercampur pengeluaran. Sebagian dana bisa disimpan di deposito jangka pendek atau logam mulia sebagai cadangan lapis kedua.

“Kalau ingin hasil sedikit lebih tinggi tapi tetap likuid, bisa cair satu-tiga hari kerja, boleh disimpan dalam bentuk reksa dana pasar uang. Hindari investasi berisiko seperti saham untuk dana darurat,” katanya.