Tutup
News

Sapi Kurban Tendang Pria Lansia Tanah Datar Hingga Tewas

204
×

Sapi Kurban Tendang Pria Lansia Tanah Datar Hingga Tewas

Sebarkan artikel ini
pria-lansia-di-tanah-datar-meninggal-ditendang-sapi-kurban,-begini-kronologinya
Pria Lansia di Tanah Datar Meninggal Ditendang Sapi Kurban, Begini Kronologinya

Tentu, berikut adalah dua versi penulisan ulang berita tersebut dengan angle dan lead yang berbeda, serta memenuhi semua persyaratan yang Anda berikan:

Versi 1: Fokus pada Identitas Korban dan Pengalamannya

Tanah Datar – Jakfar (80), seorang lansia yang dikenal berpengalaman dalam penyembelihan hewan kurban, meninggal dunia setelah diserang sapi kurban di Nagari barulak, Kecamatan tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar. Peristiwa tragis ini terjadi pada Sabtu,7 Juni 2025,saat perayaan Idul Adha di Musala Jannatul Firdaus jorong Dalam Nagari.

Korban yang berprofesi sebagai tukang potong, sedang menjalankan tugasnya dalam proses penyembelihan hewan kurban ketika kejadian nahas itu menimpanya. Menurut Wali Nagari Barulak, Azisman, kejadian bermula sekitar pukul 09.20 WIB.

“Sapi langsung menyeruduk wajah dan menginjak dada korban,” ujar Azisman menjelaskan kronologi kejadian. Ia menambahkan, insiden bermula ketika korban sedang mempersiapkan penyembelihan sapi kurban yang kedua.

Azisman menjelaskan bahwa hewan kurban tersebut tiba-tiba berhasil melepaskan diri dari ikatan tali pengikat. Sapi yang lepas itu kemudian mengamuk dan menyerang korban yang berada dekat untuk melakukan penyembelihan. “Almarhum sudah biasa menyembelih kurban setiap tahun, ini kejadian di luar dugaan,” kata Azisman.

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera memberikan pertolongan kepada korban. Jakfar dilarikan ke rumah sakit di Kota Payakumbuh untuk mendapatkan perawatan intensif.Sayangnya, nyawa Jakfar tidak dapat diselamatkan. Ia menghembuskan napas terakhir akibat luka-luka serius yang dideritanya akibat serangan sapi kurban tersebut.Jenazah Jakfar telah dimakamkan di Nagari Barulak. “Almarhum merupakan sumando di barulak dan juga seorang penghulu di kampung asalnya, Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota,” ungkap Azisman. Lokasi pemakaman dipilih berdasarkan kesepakatan keluarga, yaitu di tanah milik adik korban di Barulak.

Tragedi ini mengejutkan masyarakat Nagari Barulak. Pasalnya, korban dikenal sebagai sosok yang berpengalaman dalam penyembelihan hewan kurban. Pengalaman bertahun-tahun yang dimilikinya membuat kejadian ini tak terduga.

Versi 2: Fokus pada Kronologi Kejadian dan Reaksi Masyarakat

Tanah Datar – Insiden mengerikan terjadi di Nagari Barulak, Kecamatan Tanjung Baru, Kabupaten Tanah Datar, pada Sabtu, 7 Juni 2025, saat perayaan Idul Adha. Seorang lansia bernama Jakfar (80) meregang nyawa usai diserang sapi kurban yang lepas kendali.

Peristiwa tragis ini terjadi di Musala Jannatul Firdaus Jorong Dalam Nagari. Korban yang berprofesi sebagai tukang potong, mengalami kejadian nahas tersebut saat sedang menjalankan tugasnya dalam proses penyembelihan hewan kurban.

Wali Nagari Barulak, Azisman, menjelaskan kronologi kejadian yang terjadi sekitar pukul 09.20 WIB. Menurutnya, hewan kurban tersebut tiba-tiba berhasil melepaskan diri dari ikatan tali pengikat. Sapi yang lepas itu kemudian mengamuk dan menyerang korban yang berada dekat untuk melakukan penyembelihan.”Sapi langsung menyeruduk wajah dan menginjak dada korban,” ujar Azisman. Ia menambahkan, kejadian bermula ketika korban sedang mempersiapkan penyembelihan sapi kurban yang kedua.”Almarhum sudah biasa menyembelih kurban setiap tahun, ini kejadian di luar dugaan,” kata Azisman.

Warga yang menyaksikan kejadian tersebut segera memberikan pertolongan kepada korban. Jakfar dilarikan ke rumah sakit di Kota Payakumbuh untuk mendapatkan perawatan intensif.

Namun, nyawa Jakfar tidak dapat diselamatkan.Ia menghembuskan napas terakhir akibat luka-luka serius yang dideritanya akibat serangan sapi kurban tersebut.

Jenazah Jakfar telah dimakamkan di Nagari Barulak. “Almarhum merupakan sumando di Barulak dan juga seorang penghulu di kampung asalnya, Akabiluru, Kabupaten Limapuluh Kota,” ungkap Azisman. Lokasi pemakaman dipilih berdasarkan kesepakatan keluarga, yaitu di tanah milik adik korban di Barulak.

Tragedi ini mengejutkan masyarakat Nagari Barulak. Pasalnya, korban dikenal sebagai sosok yang berpengalaman dalam penyembelihan hewan kurban.Pengalaman bertahun-tahun yang dimilikinya membuat kejadian ini tak terduga.