Tutup
Perbankan

Selat Hormuz Ditutup, PIS Perkuat Keamanan Kapal Tanker di Laut Internasional

237
×

Selat Hormuz Ditutup, PIS Perkuat Keamanan Kapal Tanker di Laut Internasional

Sebarkan artikel ini
selat-hormuz-ditutup,-pis-perkuat-keamanan-kapal-tanker-di-laut-internasional
Selat Hormuz Ditutup, PIS Perkuat Keamanan Kapal Tanker di Laut Internasional

Jakarta – PT Pertamina International ⁤Shipping (PIS) mengambil langkah antisipatif dalam menghadapi potensi gangguan rantai pasok ⁢energi global. Perusahaan pelayaran ini memperkuat protokol keselamatan dan menyiapkan jalur alternatif pengangkutan ‍energi di tengah meningkatnya eskalasi geopolitik.

Muhammad Baron,Corporate Secretary PIS,menyatakan bahwa pengawasan intensif dilakukan terhadap ‍pergerakan kapal tanker,terutama di kawasan​ rawan. ‍”Sejalan dengan protokol keamanan operasional, PIS memastikan bahwa seluruh kapal internasional yang saat ini aktif beroperasi dalam kondisi aman,” ujarnya. Pengawasan ketat dilakukan melalui koordinasi langsung​ dengan otoritas maritim setempat, awak ​kapal, dan penggunaan sistem pemantauan⁤ real-time yang ‍terintegrasi.

Sebagai langkah antisipasi, PIS juga telah menyiapkan ⁢skenario jalur alternatif untuk pengangkutan ‍energi. Jalur ini⁣ dinilai aman dan ⁤strategis sebagai titik pengganti jika terjadi eskalasi risiko di jalur utama seperti Selat Hormuz.

“PIS terus memantau secara aktif situasi regional dan global, serta mengambil⁤ langkah ‍cepat demi memastikan keselamatan awak kapal dan kelancaran distribusi energi,” kata ‍Muhammad Baron. Pihaknya juga terus berkoordinasi secara intens dengan pemilik kargo untuk mengantisipasi‌ perkembangan terkini. “Keselamatan dan keberlanjutan pengangkutan energi menjadi prioritas utama kami dalam menjaga ketahanan energi nasional dan memastikan​ layanan yang andal kepada konsumen global,” tambahnya.

PIS terus memperkuat posisinya sebagai pemain utama dalam ⁣industri⁢ perkapalan global dengan memastikan keamanan, keberlanjutan, dan keunggulan dalam setiap operasionalnya. Saat ini,puluhan armada tanker⁢ PIS beroperasi di lebih ‍dari‍ 65 rute internasional yang dioperasikan melalui anak usaha‍ PIS,yakni PIS Asia Pacific yang memiliki kantor cabang di Singapura,Dubai,dan London.

Sebelumnya, pasar global tengah memperhatikan perkembangan dari iran yang tengah mempertimbangkan untuk menutup Selat Hormuz. Penutupan jalur perairan​ tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan implikasi serius pada pengiriman logistik minyak dan perdagangan dunia.

selat Hormuz, yang terletak di ⁢antara Teluk persia dan Teluk Oman hanya berjarak 21 mil pada titik tersempitnya. Wilayah tersebut menjadi satu-satunya jalur untuk mengirim minyak mentah dari Teluk Persia, dengan Iran ⁣mengendalikan sisi utaranya.

Menurut Badan Informasi Energi AS (EIA), sekitar 20 juta barel minyak, atau sekitar⁢ seperlima dari produksi global harian, mengalir melalui selat tersebut setiap hari. EIA bahkan menyebut Selat Hormuz sebagai ‌”titik kritis‍ minyak.”

rob Thummel, manajer portofolio senior di perusahaan investasi energi Tortoise Capital,‌ mengatakan bahwa potensi gangguan pada rute laut di Selat hormuz akan menyebabkan harga minyak melonjak hingga USD 100 per barel.

Seorang penasihat terkemuka pemimpin tertinggi​ Iran, Ayatollah Ali Khamenei, telah menyerukan penutupan Selat tersebut. “Selat Hormuz sangat penting bagi kesehatan ekonomi global,” katanya.Penutupan Selat diperkirakan berisiko bagi Tiongkok dan ekonomi Asia lainnya, yang bergantung pada ‍minyak mentah dan ​gas⁤ alam yang dikirim melalui jalur air tersebut.‍ EIA⁤ memperkirakan ‍bahwa 84% minyak mentah dan 83% gas alam cair yang melewati Selat Hormuz tahun lalu masuk ke pasar Asia.

Vandana Hari, pendiri dan CEO Vanda Insights, yang melacak‌ pasar energi, melihat pemblokiran Selat Hormuz tidak akan menimbulkan risiko ‍yang luas di luar Asia. “Iran ‌akan kehilangan banyak hal dan sangat sedikit, jika ada, yang akan diperoleh dengan ​mencoba menutup Selat,” kata ‌Hari.

“Iran tidak mampu mengubah negara-negara tetangganya yang memproduksi minyak, yang selama ini bersikap netral atau bahkan bersimpati terhadap negara tersebut saat menghadapi serangan Israel dan AS, sama seperti tidak memicu kemarahan pasar minyak mentah utamanya, Tiongkok,” ucapnya. Langkah-langkah ini menegaskan kesiapan PIS dalam menghadapi ketidakpastian global serta memperkuat posisinya sebagai penyedia jasa logistik energi yang andal, adaptif, dan tangguh di tengah ‍tantangan ​geopolitik dunia.