Tutup
News

Senator Yatim Salurkan Bantuan Korban Banjir Sumatera Barat

206
×

Senator Yatim Salurkan Bantuan Korban Banjir Sumatera Barat

Sebarkan artikel ini
senator-muslim-m-yatim-fokuskan-air-bersih-dan-penerangan-bagi-korban-banjir-bandang-sumbar
Senator Muslim M Yatim Fokuskan Air Bersih dan Penerangan bagi Korban Banjir Bandang Sumbar

Padang – Anggota DPD RI asal Sumatera Barat, Muslim M Yatim, bergerak cepat memberikan bantuan kepada korban banjir bandang dan tanah longsor di Sumbar. Prioritas utama adalah memenuhi kebutuhan mendesak warga, terutama air bersih dan penerangan.

“Kami hadir bersama masyarakat sejak awal musibah,” tegas Muslim M Yatim, Selasa (16/12/2025).

Salah satu fokus utama adalah membangun sumur bor di daerah yang kehilangan sumber air bersih. Setiap sumur bor membutuhkan biaya Rp40 juta hingga Rp50 juta.”Kami menelisik daerah-daerah yang tidak memiliki akses air bersih. pembangunan sumur bor ini menjadi sumber vital bagi masyarakat,” ujarnya.

Air bersih dari sumur bor disalurkan secara masif kepada masyarakat, termasuk menggunakan mobil boks untuk menjangkau wilayah sulit. Warga memanfaatkan air tersebut untuk kebutuhan rumah tangga.

Selain air bersih, Muslim M Yatim juga menyalurkan generator set (genset) ke sejumlah daerah yang masih mengalami pemadaman listrik.

“Kami membeli genset agar masyarakat bisa kembali menikmati penerangan,” katanya.

Fasilitas ibadah juga tak luput dari perhatian. Masjid di Jorong Toboh, Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam, yang terdampak material kayu dan lumpur, kini dalam proses pembersihan dan perbaikan.

Dalam kunjungannya ke sejumlah lokasi terdampak, Muslim M Yatim mengapresiasi relawan kebencanaan dan Kelompok Siaga Bencana (KSB).

“Relawan adalah ujung tombak penanganan bencana. Mereka sudah lebih dari 21 hari membantu masyarakat dan patut mendapat perhatian,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bergotong royong dengan mengusung tagline “Sumatera Pulih, Sumbar Bangkit”.

Ia juga mengingatkan pentingnya mitigasi dengan menjauhi kawasan rawan seperti bantaran sungai dan lereng bukit.

“Penanganan bencana harus berpikir ke depan dan berani melakukan hal-hal yang tidak terpikirkan sebelumnya,” tutup Muslim M Yatim.