Tutup
News

Sinergikan Kebijakan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional Berkelanjutan

259
×

Sinergikan Kebijakan, Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini
ri-punya-modal-yang-cukup-genjot-ekonomi,-komisi-xi-ungkap-kunci-capai-target-pertumbuhan
RI Punya Modal yang Cukup Genjot Ekonomi, Komisi XI Ungkap Kunci Capai Target Pertumbuhan

Jakarta – Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, mendesak sinergi antara Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mendorong stimulus ekonomi nasional.

Desakan ini muncul setelah Indonesia mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,87 persen pada Triwulan I-2025.

Misbakhun menilai, koordinasi kebijakan yang lebih solid antara ketiga lembaga tersebut perlu dioptimalkan.”Koordinasi antara BI, OJK, dan Kemenkeu menjadi kunci untuk memastikan kebijakan moneter, stabilitas sektor keuangan, dan stimulus fiskal berjalan selaras,” ujar misbakhun dalam keterangannya, Minggu (6/7/2025).

Ia menambahkan, pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika geopolitik global dan ketidakpastian pasar keuangan memerlukan langkah-langkah antisipatif.Sinergi antar instansi negara tersebut pun harus diperkuat.

Misbakhun menekankan perlunya kebijakan moneter serta fiskal yang akseleratif dan responsif terhadap perkembangan ekonomi global, termasuk fluktuasi nilai tukar dan inflasi yang stabil.

“Pertumbuhan 4,87 persen di triwulan I-2025 adalah modal baik, tetapi kita harus memastikan momentum ini terus terjaga dengan kebijakan yang tepat,” tegasnya.

Ia juga mendorong peningkatan peran OJK dalam memperkuat ketahanan sektor perbankan dan non-bank, serta optimalisasi instrumen fiskal oleh Kemenkeu untuk mendukung daya beli masyarakat dan investasi.

Komisi XI DPR RI berkomitmen untuk terus memantau dan mendorong kolaborasi antarlembaga tersebut guna menciptakan iklim ekonomi yang kondusif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Termasuk pengendalian inflasi yang kompetitif, stabilisasi nilai tukar, dan percepatan penyaluran kredit UMKM,” tutup Misbakhun.