Tutup
NewsPariwisataTravel

Skillcations: Padukan Liburan, Tingkatkan Keterampilan Diri

216
×

Skillcations: Padukan Liburan, Tingkatkan Keterampilan Diri

Sebarkan artikel ini
mengenal-skillcations,-tren-work-life-balance-yang-bakal-booming-di-2026
Mengenal Skillcations, Tren Work-Life Balance yang Bakal Booming di 2026

Jakarta – Tren liburan kini tak lagi sekadar bersantai. Muncul konsep “skillcations” yang menawarkan pengalaman liburan sambil menambah keterampilan baru.

Konsep ini diklaim membuat pekerja kembali dengan perasaan lebih segar, termotivasi, dan siap menghadapi tantangan.

Skillcations semakin populer di kalangan pekerja jarak jauh dan profesional yang ingin mengoptimalkan waktu luang.

Lana Peters, Chief Revenue & Experience Officer di Klaar, menjelaskan skillcations adalah liburan di mana karyawan menggunakan hak cuti berbayar (PTO) untuk mengasah kemampuan atau mempelajari keterampilan baru demi kemajuan karier.

“Skillcations booming karena memadukan pertumbuhan pribadi dan budaya produktivitas,” kata David dominguez, Vice President of People di Smallpdf, seperti dikutip dari Fortune, Minggu (16/11/2025).

Dominguez menambahkan, bagi pekerja berprestasi, terutama remote worker, belajar skill baru saat liburan seperti mengoptimalkan waktu senggang. Tren ini menggabungkan kesenangan liburan dengan momen pivot profesional.

Data menunjukkan 39 persen wisatawan Amerika menyukai liburan aktif, seperti ekspedisi fotografi, retret yoga, atau kursus bahasa di luar negeri.

Berbeda dari liburan tradisional yang fokus pada istirahat, skillcations menekankan pertumbuhan sebagai bentuk penyegaran.

Konsep ini menggabungkan rasa ingin tahu, kreativitas, dan pengembangan skill sehingga pulang kerja terasa lebih bermakna dan termotivasi.

Konsultan senior di SHL, Dr.Marais Bester, menekankan bahwa belajar adalah kunci menyegarkan diri.

“sering kita mengira istirahat berarti melakukan apa pun tanpa aktivitas, tapi psikologi menunjukkan pembaruan sering datang dari melakukan hal berbeda yang melibatkan pikiran dan tubuh,” jelasnya.

Bester menambahkan, ketika mempelajari skill baru atau menantang diri di lingkungan baru, seseorang mengalami mastery experience.

“Momen-momen ini mengingatkan kita bahwa kita mampu, adaptif, dan terus berkembang. Rasa kemajuan ini memberi energi dan memupuk motivasi jangka panjang,” ujarnya.