Jakarta – Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengklaim telah menemukan formula untuk menjaga stabilitas ekonomi Indonesia.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu strategi utama yang akan digenjot pemerintah.
Sri Mulyani meyakini bahwa program MBG akan mampu menciptakan lapangan kerja baru dan meningkatkan kinerja sektor pangan serta sektor-sektor terkait lainnya.
Hal tersebut disampaikan dalam rapat Kerja Komisi XI pada Kamis (3/7/2025).
“Di dalam rangka untuk meningkatkan kemampuan Indonesia menghadapi ketidakpastian dan eskalasi konflik global, kita melanjutkan dengan beberapa paket kebijakan ekonomi dan transisi pemerintahan berjalan relatif baik dan cepat,” ujar Sri Mulyani.
Dia menambahkan, Program nyata yang dalam hal ini mendapat prioritas anggaran dan tentu perhatian dari Presiden yaitu makan bergizi gratis.
Selain program MBG, pemerintah juga akan memfokuskan diri pada ketahanan pangan dengan menjaga stok beras nasional sebanyak 4 juta ton.
Untuk mendukung hal ini, Bulog akan menerima tambahan modal sebesar Rp16,6 triliun untuk pengadaan beras dan Rp5 triliun lebih untuk jagung.
Lebih lanjut, Sri mulyani menjelaskan bahwa pemerintah juga akan mengalokasikan anggaran untuk program-program lain seperti cek kesehatan gratis, peningkatan kesejahteraan guru, bantuan tunai, dan penghapusan utang macet UMKM. Langkah ini diambil sebagai antisipasi jika terjadi tekanan ekonomi yang memberatkan masyarakat.
“Ini juga termasuk yang disampaikan Bapak Presiden sebagai salah satu kebijakan prioritas. Kemudian beberapa inisiatif prioritas baru seperti pembentukan Koperasi Desa Merah Putih 80 ribu, revitalisasi sekolah-sekolah rusak,” terangnya.
Dari sektor pendidikan, pemerintah berencana mendirikan sekolah rakyat yang diperuntukkan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Tujuan dari pendirian sekolah ini adalah untuk memutus rantai kemiskinan antar generasi.
Sri Mulyani berharap upaya-upaya ini dapat memitigasi dampak negatif dari ketidakpastian global dan menjaga pertumbuhan ekonomi Indonesia mendekati 5 persen pada tiga bulan kedua tahun 2025.
“Kita mencoba untuk memitigasi sehingga growth bisa lebih tinggi dari prediksi IMF yang 4,7 persen. Kita harap tetap bisa terjaga mendekati 5 persen pada 3 bulan kedua tahun ini,” pungkasnya.







