Tutup
Teknologi

Strategi Senyap di Balik Lonjakan Cadangan Pangan Nasional

302
×

Strategi Senyap di Balik Lonjakan Cadangan Pangan Nasional

Sebarkan artikel ini
strategi-senyap-di-balik-lonjakan-cadangan-pangan-nasional
Strategi Senyap di Balik Lonjakan Cadangan Pangan Nasional

Jakarta – Muhamad Makky, seorang pakar pangan dari Universitas Andalas, memberikan apresiasi atas kinerja Novi Helmy Prasetya sebagai Direktur Utama Perusahaan umum Badan Urusan Logistik (Dirut Perum Bulog) dalam memajukan sektor pangan nasional. Apresiasi tersebut diberikan pada Senin (14/7/2025).

Menurut Makky, sejak Februari 2025, Novi Helmy Prasetya telah membawa perubahan signifikan bagi Bulog. Dalam waktu kurang dari enam bulan, jenderal bintang tiga dari TNI AD itu berhasil mencatatkan rekor serapan gabah tertinggi sepanjang sejarah Bulog, mencapai 2,75 juta ton setara beras. Selain itu, Cadangan Beras pemerintah (CBP) juga mengalami peningkatan hingga mencapai 4,2 juta ton, berdasarkan data pemerintah per juli 2025. “Kerjanya senyap, tidak banyak publikasi tapi hasilnya nyata. Gudang-gudang Bulog berhasil dibenahi dan mampu menampung panen raya secara optimal. Ini legacy penting dalam sejarah pangan kita,” ujarnya.

Makky juga menyoroti kemampuan Novi Helmy Prasetya dalam mengonsolidasikan jaringan yang melibatkan berbagai pihak, mulai dari petani, Babinsa, kementerian Pertanian, BUMN, hingga asosiasi pengusaha. Konsolidasi ini dinilai menjadi kunci keberhasilan dalam penyerapan gabah secara besar-besaran, di tengah tantangan cuaca dan distribusi.

“Kinerjanya tidak hanya teknis, tapi juga strategis. Jaringannya luas dan kuat,” imbuhnya.

Novi Helmy Prasetya menjabat sebagai Dirut Perum Bulog berdasarkan Surat Keputusan menteri BUMN No. 30/MBU/02/2025. Setelah berhasil mencetak rekor serapan gabah dan memperkuat cadangan beras nasional, Novi Helmy Prasetya kembali ke institusi militer dan tengah menanti penugasan strategis berikutnya.