Sungai Pua – Kabar baik datang dari Kecamatan Sungai Pua, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Angka stunting di wilayah ini menunjukkan penurunan signifikan pada tahun 2024, bahkan berada di bawah target nasional.Data terbaru menunjukkan angka stunting di Sungai Pua kini hanya 8 persen. Capaian ini jauh di bawah target nasional sebesar 14 persen.
Camat Sungai Pua, Susi Karmila, mengungkapkan penurunan ini dalam sosialisasi program Bangga Kencana yang digelar Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (KKBN) bersama anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rizki Pratama.Susi menambahkan, jumlah kasus stunting di Sungai Pua saat ini tercatat 126 orang. Sebelumnya, jumlah kasus mencapai 131 orang.Berbagai upaya telah dilakukan untuk menekan angka stunting. Lokakarya bulanan yang melibatkan pendamping keluarga, walinagari, dan tim penggerak PKK menjadi salah satu strategi utama.
Selain itu, program Gerakan Nasional Orang Tua Cegah Stunting (Genting) juga turut diimplementasikan secara aktif.
Anggota Komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, mengapresiasi upaya penurunan stunting di Sungai Pua. Ia juga menyoroti peningkatan status BKKBN menjadi Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.
“Kementerian ini adalah kementerian strategis menuju Indonesia Emas pada tahun 2045,” kata Ade.
Sekretaris Perwakilan BKKBN provinsi Sumbar, Dedi Agustanto, menekankan pentingnya perencanaan usia menikah dan program hamil untuk mencegah stunting. Asupan gizi yang seimbang juga menjadi kunci utama.
Sosialisasi ini juga menyoroti pentingnya penormalan Hemoglobin (Hb), menciptakan lingkungan bersih, akses air minum bersih, dan sanitasi yang layak untuk mencegah stunting.
Acara diakhiri dengan penarikan undian berhadiah yang disediakan oleh Ade Riski Pratama.







