Tutup
News

Sumatera Barat Juara Pengelolaan Hutan Berkelanjutan PeSoNa 2025

248
×

Sumatera Barat Juara Pengelolaan Hutan Berkelanjutan PeSoNa 2025

Sebarkan artikel ini
sumbar-raih-penghargaan-pemerintah-daerah-terbaik-di-festival-perhutanan-sosial-nasional-2025
Sumbar Raih Penghargaan Pemerintah Daerah Terbaik di Festival Perhutanan Sosial Nasional 2025

Jakarta – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menerima penghargaan sebagai Pemerintah Daerah Terbaik Tingkat Provinsi dalam Festival Perhutanan Sosial Nasional (PeSoNa) 2025.Penghargaan ini menjadi bukti komitmen daerah dalam pengelolaan hutan berkelanjutan.

Penghargaan diserahkan langsung oleh Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar Siddiq kepada Gubernur sumbar mahyeldi Ansharullah pada puncak acara festival PeSoNa 2025 di Auditorium Gedung Manggala Wanabakti, Jakarta, Kamis (21/8/2025).

Apresiasi ini diberikan kepada Pemprov sumbar atas konsistensinya dalam mendorong programme perhutanan sosial, pemberdayaan masyarakat sekitar hutan, serta upaya menjaga kelestarian hutan.

Gubernur Mahyeldi Ansharullah menyampaikan rasa syukur atas penghargaan yang diraih. “Alhamdulillah, ini hasil kerja bersama,” ujarnya.Ia menambahkan, capaian ini merupakan hasil kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan kelompok pengelola hutan. Mahyeldi juga menegaskan komitmen pemprov Sumbar untuk terus mendorong perhutanan sosial dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan. “Ke depan, kita tetap berkomitmen mendorong perhutanan sosial dan pengelolaan hutan agar tetap terjaga,” katanya.

Sumbar dinilai memenuhi sejumlah kriteria yang menjadikannya provinsi terbaik. Kriteria tersebut antara lain memiliki Perda Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perhutanan Sosial, dukungan sarana dan prasarana yang memadai, alokasi anggaran dari APBD, DBHDR, hingga program FOLU-NC tahap 1-3, penyediaan personel khusus, pembentukan Pokja Percepatan Perhutanan Sosial, penerapan IAD berbasis PS, serta pernah meraih penghargaan nasional terkait perhutanan sosial dan menjalin kerjasama dengan berbagai pihak dalam fasilitasi KPS dan KUPS.

Wakil Menteri Kehutanan Sulaiman Umar Siddiq menyampaikan bahwa Festival PeSoNa 2025 mengusung semangat “Merawat Hutan, Mewariskan harapan.” Ia menekankan pentingnya menjaga kelestarian hutan sebagai titipan untuk generasi mendatang. “Hutan bukan sekadar warisan,tapi titipan untuk generasi mendatang. Kita harus pastikan hutan tetap lestari, masyarakat sejahtera, dan Indonesia berdaulat atas sumber daya alamnya,” tegasnya.

Sulaiman menambahkan, perhutanan sosial merupakan salah satu jalan menuju kemandirian bangsa melalui Proyek Strategis Nasional: Ketahanan Pangan dan Energi Berbasis masyarakat. Saat ini, akses kelola perhutanan sosial telah mencapai lebih dari 8,3 juta hektar dengan 1,4 juta kepala keluarga penerima manfaat serta terbentuknya 15.758 Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS).

KUPS telah menghasilkan berbagai komoditas,seperti jagung,padi,buah-buahan,kopi,madu hutan,kakao,kemiri,hingga ekowisata. Masyarakat sekitar hutan diharapkan tidak hanya menjadi penjaga hutan, tetapi juga pelaku utama ekonomi hijau yang merasakan manfaat dari pengelolaan hutan berkelanjutan.

Program perhutanan sosial juga mendukung Asta Cita ke-2 tentang swasembada pangan, energi, air, serta penguatan ekonomi hijau dan biru, dan Asta Cita ke-8 tentang pembangunan daerah dan desa untuk mengurangi kesenjangan.

Sulaiman mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat perhutanan sosial.”Penghargaan ini adalah bentuk apresiasi tertinggi atas kerja keras semua pihak. Semoga menjadi pemacu semangat untuk mempercepat terwujudnya kesejahteraan masyarakat sekaligus kelestarian hutan di Indonesia,” pungkasnya. Festival PeSoNa 2025 menjadi momentum untuk mempertegas komitmen bersama dalam menjadikan hutan Indonesia sebagai sumber kehidupan, kesejahteraan, dan harapan untuk masa depan.