Tutup
News

Sumatera Siaga Bencana: Mitigasi Lindungi Warga dari Hulu

200
×

Sumatera Siaga Bencana: Mitigasi Lindungi Warga dari Hulu

Sebarkan artikel ini
belajar-dari-sumatera-:-selamatkan-rakyat,-pasang-alat-peringatan-dini-di-hulu-hulu-sungai!
Belajar dari Sumatera : Selamatkan Rakyat, Pasang Alat Peringatan Dini di Hulu-hulu Sungai!

Padang – Sumatera kembali diingatkan akan kerentanannya terhadap bencana alam. banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025 menjadi bukti nyata.

Pemerintah daerah dan pusat didesak untuk segera mengambil langkah antisipasi.Pakar kebencanaan menyebut karakteristik geografis Sumatera yang unik dengan banyaknya sungai menjadi tantangan tersendiri. Pengelolaan sungai yang tidak tepat berpotensi memicu bencana serupa di masa depan.

“Kita tak bisa melawan sungai, namun punya kesempatan mengendalikannya,” tegasnya.

Ancaman tsunami juga menghantui, terutama Kota Padang yang disebut sebagai salah satu wilayah paling rawan di dunia. Ketiadaan alat deteksi dini menjadi persoalan serius yang harus segera diatasi.

“untuk menyelamatkan rakyat, penting ada jalan evakuasi dan shelter,” ujarnya.

Kerusakan hutan akibat alih fungsi lahan menjadi perkebunan sawit memperparah kondisi lingkungan.

“Tiap batangnya perlu air 13 liter per hari. Anak-anak sungai di Sumatera rapuh sudah,” jelasnya.

Pemasangan alat deteksi dini di hulu sungai menjadi solusi mendesak untuk menyelamatkan nyawa warga. Antisipasi sejak awal sangat diperlukan, belajar dari pengalaman banjir Sumatera.

Selain banjir dan longsor,letusan gunung berapi juga menjadi ancaman nyata. Material vulkanik gunung Marapi yang belum turun menjadi potensi bahaya.

Ironisnya, alat deteksi tsunami dan letusan gunung seringkali menjadi sasaran pencurian. Pengamanan alat-alat vital ini menjadi tanggung jawab aparat.

Pemasangan sirine peringatan dini dan penyediaan lokasi evakuasi menjadi krusial untuk wilayah yang rawan tsunami dan banjir.

“Memang itulah risiko kita— rakyat dan pemerintah Indonesia, wilayah cincin api bencana,” katanya.

Pemerintah pusat dan daerah didorong untuk lebih serius dalam penanganan bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) perlu menjadi prioritas dengan alokasi anggaran yang memadai.

“BNPB dan BPBD, sangat mendesak diberi anggaran besar bukan untuk rapat, namun untuk mendeteksi daerah aliran sungai berbahaya dari hulu,” tegasnya.

Masyarakat juga diharapkan berperan aktif dalam membantu sesama tanpa menunggu komando.

Sumatera, dengan topografi yang unik dan rentan terhadap bencana, membutuhkan perhatian khusus. pemerintah dan masyarakat harus bersinergi untuk meminimalisir dampak buruk bencana di masa depan.