Tutup
Perbankan

Sumatra Berduka, Bencana Mengancam Ekonomi Nasional?

259
×

Sumatra Berduka, Bencana Mengancam Ekonomi Nasional?

Sebarkan artikel ini
seberapa-dahsyat-dampak-bencana-sumatra-hantam-ekonomi-ri-tahun-ini?
Seberapa Dahsyat Dampak Bencana Sumatra Hantam Ekonomi RI Tahun Ini?

Jakarta – Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang menerjang Aceh, Sumatera Utara, dan sumatera Barat sejak pekan lalu diperkirakan menimbulkan kerugian ekonomi mencapai Rp68,67 triliun.

Ratusan orang dilaporkan masih hilang dan ratusan lainnya meninggal dunia akibat bencana tersebut.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, hingga Selasa (2/12) sore, total korban meninggal dunia mencapai 712 orang.

Rinciannya, 218 orang di Aceh, 301 orang di Sumatera Utara, dan 193 orang di Sumatera Barat.

Bencana ini diprediksi berdampak signifikan terhadap kinerja ekonomi kuartal IV 2025.

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, M Rizal Taufikurahman, menyatakan proyeksi optimistis pemerintah sebesar 5,6 persen-5,7 persen akan sulit tercapai.

Hal ini disebabkan terhentinya aktivitas produksi, mobilitas barang, dan pendapatan rumah tangga di wilayah terdampak.

Rizal menekankan pentingnya respons cepat pemerintah dalam memulihkan fungsi dasar ekonomi.

Upaya tersebut meliputi membuka akses jalan, mengalirkan logistik, dan menjaga daya beli masyarakat.

ia menyarankan pemerintah untuk fokus pada dua lapis waktu.

Pertama, jangka pendek dengan mengamankan rantai logistik dan menggerakkan kembali konsumsi.

Kedua, jangka panjang dengan rekonstruksi berbasis mitigasi bencana.

Ekonom Luminous Institute,Muhammad Andri Perdana,memperkirakan kerugian bencana ini dapat menggerus setidaknya 1 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB).

Selain itu, bencana ini juga berpotensi menghapus 0,6 persen dari pertumbuhan ekonomi riil kuartal IV 2025.

Andri mengingatkan bahwa perhitungan PDB tidak mendiskon hasil produksi yang hancur akibat bencana.

Oleh karena itu,dampak sesungguhnya mungkin lebih besar dari yang terlihat.

Kedua ekonom tersebut sepakat bahwa intervensi yang tepat dan cepat dari pemerintah sangat diperlukan.

Intervensi ini bertujuan untuk meredam guncangan ekonomi dan mempercepat proses pemulihan di wilayah terdampak.