Tutup
News

Sumbar Bangkit: Pemerintah Kejar Pemulihan Pasca Banjir

194
×

Sumbar Bangkit: Pemerintah Kejar Pemulihan Pasca Banjir

Sebarkan artikel ini
hari-ke-3-pasca-banjir-sumbar,-pemerintah-fokus-buka-akses-dan-pulihkan-infrastruktur
Hari Ke-3 Pasca Banjir Sumbar, Pemerintah Fokus Buka Akses dan Pulihkan Infrastruktur

Padang – pemerintah terus mempercepat penanganan pascabencana banjir dan tanah longsor yang melanda Sumatra Barat (Sumbar). Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penanganan maksimal dari seluruh instansi terkait.

Menko PMK Pratikno menegaskan, pemerintah pusat mengerahkan segala sumber daya untuk membantu masyarakat terdampak.

“Ini menunjukkan bahwa seluruh kementerian dan lembaga berusaha semaksimal mungkin mengerahkan segala sumber daya untuk membantu masyarakat,” ujar Pratikno, Minggu (30/11/2025).Kepala BNPB Suharyanto menyatakan, penanganan bencana di Sumbar menunjukkan perkembangan signifikan. Bahkan, Sumbar dinilai lebih cepat memasuki fase pemulihan setelah tiga hari penanganan intensif.

“Sumatra Barat sudah lebih pulih di hari ketiga. Apalagi sekarang tidak ada hujan, dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) masih terus dilakukan,” jelasnya.

BNPB mencatat, hingga saat ini, 129 orang meninggal dunia, 118 orang masih hilang, dan 16 lainnya luka-luka. Di Kabupaten Padang Pariaman, sebagian besar pengungsi mulai kembali ke rumah masing-masing untuk membersihkan sisa material.

Kabupaten Agam menjadi wilayah dengan dampak paling besar, dengan 87 korban meninggal dunia dan 76 orang masih hilang.

secara keseluruhan, delapan kabupaten/kota terdampak, yaitu Agam, Solok, Pesisir Selatan, padang, Padang Panjang, Pariaman, Tanah Datar, dan Bukittinggi.

jumlah pengungsi mencapai 77.918 jiwa. Sebagian besar warga memilih kembali ke rumah pada siang hari untuk membersihkan rumah, kemudian kembali ke posko pengungsian pada malam hari.

Kerusakan infrastruktur menjadi fokus penanganan, meliputi jembatan putus, jalan amblas, serta jalur transportasi nasional dan provinsi. Jalur nasional yang masih terputus di antaranya berada di Kota Padang Panjang dan Sicincin.

Bantuan yang disalurkan mencakup sembako, perlengkapan kebersihan, makanan siap saji, selimut, tenda, serta alat berat seperti excavator. Seluruh personel BNPB telah berada di titik-titik terdampak untuk mendampingi Forkopimda.

“sudah empat hari mereka berada di lapangan dan seluruh kegiatan berjalan sesuai rencana,” kata Suharyanto. Armada udara yang dikerahkan mencakup satu helikopter BNPB, satu pesawat fixed wing, dan satu helikopter Basarnas.

Posko Terpadu penanggulangan Bencana Sumbar mencatat 131 personel dikerahkan untuk menangani dampak banjir, galodo, sedimentasi sungai, serta kerusakan saluran irigasi.

Penanganan difokuskan pada pemulihan fungsi aliran sungai dan distribusi air bagi permukiman serta pertanian.

Kepala Stasiun Meteorologi Minangkabau, Desindra Deddy Kurniawan, menyampaikan bahwa Ex-Siklon Tropis senyar yang menyebabkan bencana kini telah menjauhi wilayah Indonesia. Namun, wilayah sumatra Barat masih berada dalam puncak musim hujan hingga Desember.

BMKG mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, memperhatikan kondisi lingkungan, dan mulai kembali ke rumah secara bertahap dari posko pengungsian.

Sebanyak 16 kabupaten/kota diminta untuk meningkatkan kewaspadaan, antara lain: Kepulauan Mentawai, Pasaman Barat, Agam, Bukittinggi, Tanah Datar, Padang Panjang, Padang Pariaman, Pariaman, Padang, Pesisir Selatan, Pasaman, Lima Puluh Kota, Payakumbuh, Sawahlunto, Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Solok Selatan.