Tutup
EkonomiInvestasiNews

Tembakau Indonesia Dongkrak Devisa, Ekspor Terus Meningkat

185
×

Tembakau Indonesia Dongkrak Devisa, Ekspor Terus Meningkat

Sebarkan artikel ini
ekspor-industri-tembakau-naik-94-persen,-kadin:-sumbangan-devisa-tembus-rp216-triliun
Ekspor Industri Tembakau Naik 94 Persen, Kadin: Sumbangan Devisa Tembus Rp216 Triliun

Jakarta – Industri tembakau mencatatkan kinerja positif. Ekspor tembakau dan produknya melonjak, dengan pertumbuhan devisa mencapai 94 persen.

Kabar baik ini diungkapkan oleh Wakil Ketua Umum Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Saleh Husin.

Saleh menjelaskan, produksi rokok terus meningkat hingga sekitar 515 miliar batang. dari jumlah tersebut, 55 persen dipasarkan di dalam negeri, sementara 45 persen diekspor.

“Pendapatan devisa dari industri hasil tembakau (IHT) meningkat pesat dari sekitar USD 600 juta pada 2020 menjadi USD 1,8 miliar pada 2024,” ujar saleh, Rabu (5/11/2025).

Sektor IHT juga memberikan kontribusi signifikan melalui Cukai Hasil tembakau (CHT). CHT terus naik dari Rp213 triliun pada 2013 menjadi sekitar Rp216 triliun pada 2024.

Namun, Saleh menyoroti tantangan besar yang dihadapi industri ini, terutama terkait peredaran rokok ilegal. Ia menyoroti besarnya aktivitas ekonomi bawah tanah di Indonesia.

“Underground economy kita ini kan termasuk salah satu yang paling merah di dunia. Kira-kira sekitar 23,8 persen dari PDB kita,” jelasnya.

Menurut Saleh, peredaran rokok ilegal membuat negara kehilangan potensi penerimaan cukai dalam jumlah besar. Riset Universitas Paramadina menyebutkan, potensi cukai yang hilang akibat rokok ilegal bisa mencapai 10 persen dari total penerimaan, atau sekitar Rp23 – Rp25 triliun per tahun.

Data penindakan menunjukkan tren beragam. Meski peredaran rokok ilegal turun sekitar 11 persen, jumlah batang rokok yang ditindak meningkat hingga 37 persen, mencapai 800 juta batang hingga September 2025. Peredaran ilegal ini didominasi oleh rokok kretek mesin tanpa cukai.

“Salah satu yang dapat kami syaratkan tentu yang paling utama adalah bagaimana meningkatkan pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal, di samping itu juga betul bahwa investasi harus didekatkan,” tegas Saleh.

Plt Dirjen Industri Agro Kemenperin,Putu Juli Ardika,menambahkan bahwa Indonesia saat ini menjadi eksportir produk tembakau terbesar keempat di dunia. Ia menilai, potensi pasar masih sangat besar sehingga perlu didorong melalui peningkatan investasi di sektor ini.

“Bayangkan itu peningkatannya luar biasa. Jadi pasar industri ini masih cukup besar ya walaupun kita sudah peningkatannya sebegitu,” ujar Juli.