Tutup
AgrobisnisNewsPeristiwa

Kemarau Ekstrem Ancam Panen, Petani Sawahlunto Rugi Ratusan Hektare

360
×

Kemarau Ekstrem Ancam Panen, Petani Sawahlunto Rugi Ratusan Hektare

Sebarkan artikel ini
Foto : Internet

Sawahlunto – Ratusan hektare sawah di Kota Sawahlunto mengalami gagal tanam akibat kemarau panjang. Kondisi ini diperparah dengan mengeringnya sumber-sumber air.

Kemarau yang berlangsung lebih dari empat bulan ini menyebabkan petani kesulitan menggarap lahan. Sebagian sawah bahkan mengalami gagal panen.

Kepala Desa Batu Tanjung, Marwan, yang juga Ketua Forum Kades se-Sawahlunto, mengatakan kekeringan melanda 65 hektare sawah tadah hujan dan 115 hektare sawah irigasi di desanya.

“Rata-rata sawah di Desa Batu Tanjung tidak bisa digarap, termasuk palawija,” ujar Marwan, Rabu (27/8).

Peternak juga merasakan dampak kekeringan karena kesulitan air. sebagian warga terpaksa membeli air PDAM menggunakan tangki.

Kepala DPK3 Sawahlunto, Heni Purwaningsih, menyebutkan dari total 878 hektare lahan sawah di Sawahlunto, sekitar 237 hektare mengalami gagal panen atau gagal tanam.

Pihaknya telah menyiapkan 15 unit mesin pompa, namun tidak berfungsi optimal karena sumber air ikut mengering.

Dinas Pertanian telah menyiapkan bibit untuk lahan seluas 1.000 hektare sebagai langkah antisipasi. Hingga kini, baru 274 hektare yang terpakai.

Kepala Desa Salak, Jefri Rizal, juga mengeluhkan kondisi serupa. Sekitar 35 hektare sawah di wilayahnya mengering.

“Kincir air dari Batang Ombilin tidak bisa berputar karena debit air hilang,” katanya.

Para petani berharap hujan segera turun agar mereka dapat kembali menggarap sawah.