Tutup
Teknologi

Terinspirasi Koloni Semut, Lahir ‘Swarm Intelligence

287
×

Terinspirasi Koloni Semut, Lahir ‘Swarm Intelligence

Sebarkan artikel ini
terinsipirasi-koloni-semut,-lahir-‘swarm-intelligence’
Terinsipirasi Koloni Semut, Lahir ‘Swarm Intelligence’

Jakarta – Elizabeth Gina, seorang ahli strategi bisnis, memperkenalkan konsep ‘swarm intelligence’ yang terinspirasi dari kecerdasan koloni semut sebagai solusi untuk pertumbuhan bisnis berkelanjutan, Senin (14/7/2025). Konsep ini diharapkan dapat menjadi kunci bagi perusahaan untuk berkembang tanpa mengalami keruntuhan internal.

Menurut Gina, ‘swarm intelligence’ atau kecerdasan kawanan, adalah kekuatan yang muncul dari sistem terdesentralisasi yang terorganisasi secara alami. Ia menjelaskan bahwa inspirasi ini datang dari pengamatan terhadap semut, serangga sosial yang memiliki hierarki jelas dan semangat kolaborasi tinggi.

“Semut secara individu mungkin lemah, tetapi secara kolektif sangat cerdas. Begitu pula dengan tim dimana masalah sering kali bukan dari luar, melainkan dari dalam – seperti penyakit autoimun di mana sistem menyerang dirinya sendiri,” ujar Gina.

Gina melanjutkan, swarm intelligence merupakan perilaku kolektif dari sistem terdesentralisasi yang mencapai tujuannya melalui interaksi antar individu. “Pembagian kerja, kepercayaan, dan koordinasi membangun ketahanan.Organisasi gagal ketika sistem internalnya saling menyerang,” jelasnya.

Untuk mengimplementasikan konsep ini, Gina menawarkan perspektif praktis melalui bukunya berjudul ‘The Scale-Up Guidebook: Scaling with Clarity’. Dalam buku tersebut, ia menganalogikan organisasi dengan tubuh manusia yang rentan terhadap kerusakan internal jika sistemnya menyerang diri sendiri. Salah satu pendekatan utama yang ditawarkan adalah ‘inversion thinking method’ atau metode berpikir terbalik.”Alih-alih bertanya bagaimana cara tumbuh,tanyakan dulu bagaimana cara menghancurkan bisnis ini?” kata Gina. Ia menambahkan bahwa dengan mengidentifikasi potensi ancaman dari dalam,perusahaan dapat merancang sistem pertahanan yang lebih kuat.

Gina menekankan bahwa scaling bukan hanya tentang sistem, operasional, atau keuangan, melainkan tentang hygiene alias bare minimum. Tantangan sesungguhnya, menurutnya, terletak pada bagaimana perusahaan ‘bertahan melawan serangan penyakit’ dengan mengembangkan pola pikir yang tepat, mekanisme mitigasi risiko, dan tim yang solid agar tidak saling menyerang seperti autoimun.

“Menjalankan bisnis itu seperti mengelola tubuh dan pikiran kita sendiri. Ketika kita mengabaikan hal-hal mendasar seperti kesehatan finansial, dinamika tim, dan keselarasan pribadi maka kita kehilangan keseimbangan. Buku ini membantu mengembalikannya,” papar Gina. Buku ‘The Scale-Up Guidebook: Scaling with Clarity’ kini tersedia di berbagai toko buku dan platform online.