Tutup
News

Tim Klewang Ringkus Dua Pencuri Mobil Pikap di Padang Timur

327
×

Tim Klewang Ringkus Dua Pencuri Mobil Pikap di Padang Timur

Sebarkan artikel ini
tim-klewang-ringkus-dua-pencuri-mobil-pikap-di-padang,-barang-curian-dijual-ke-luar-daerah
Tim Klewang Ringkus Dua Pencuri Mobil Pikap di Padang, Barang Curian Dijual ke Luar Daerah

Padang – Polisi meringkus dua pria yang diduga kuat sebagai pelaku serangkaian pencurian mobil pikap di wilayah Padang Timur. Aksi kejahatan mereka merugikan korban hingga ratusan juta rupiah.

Tim Klewang Satreskrim Polresta Padang membekuk kedua tersangka, RAP (37) dan FS (43), pada Minggu (31/8/2025) dini hari. Penangkapan ini merupakan tindak lanjut laporan dari masyarakat.

“dua tersangka berhasil diamankan setelah serangkaian penyelidikan,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang, Kompol Muhammad Yasin.

Kasus pertama terjadi pada 14 Juni 2025 di Jalan Situjuh, depan FISIP Unand. Korban bernama Harmon kehilangan mobil pikap Suzuki Futura beserta muatan buah dan perlengkapan dagang. Kerugian ditaksir mencapai Rp80 juta.Kasus kedua menimpa Romi Irman pada 11 April 2025 di Jalan Kis Mangunsakoro, depan Gudang Grafika. Ia melaporkan kehilangan mobil pikap Mitsubishi milik PT Amanah Insanillahia dengan kerugian sekitar Rp64 juta.

Penangkapan bermula dari informasi masyarakat tentang keberadaan salah satu tersangka. Polisi bergerak cepat dan membekuk RAP di depan Rumah Sakit yos Sudarso.

Pengembangan kemudian mengarah pada FS, yang ditangkap di rumahnya di Dadok Tunggul Hitam, koto Tangah.

Dari tangan tersangka, polisi menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya, satu unit sepeda motor Honda Beat, kunci letter Y, tiga obeng ketok, dan dua kunci letter L.

Kompol Yasin mengungkapkan, mobil hasil curian telah dijual ke luar daerah. Bahkan,ada yang dipreteli dan suku cadangnya dipasarkan terpisah.

“Satu unit mobil pikap dijual ke Payakumbuh. Ada juga yang suku cadangnya dijual,” jelasnya.Kedua tersangka kini mendekam di Mapolresta Padang.Polisi masih mengembangkan kasus ini untuk mengungkap jaringan lain yang mungkin terlibat.

“Tidak menutup kemungkinan ada jaringan lain yang terlibat.Kami akan bekerja sama dengan kepolisian daerah lain,” pungkas Yasin.